Sahabat Rasulullah

Kata hikmah dari Abdullah bin Masud,  Allah Akan Merendahkan Orang yang Congkak

Imam Ahmad bin Hambal dalam kitabnya yang diterjemahkan menjadi Zuhud Cahaya Qalbu menghimpun sejumlah kata hikmah dari Abdullah bin Masud.

Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan
Tribun Medan/ Riski Cahyadi
Al Quran berusia ratusan tahun di Masjid Raya Medan 

TRIBUNJAMBI.COM – Suatu ketika Nabi Muhammad saw mendoakan Abdullah bin Masud yang kelak menjadi sahabat Nabi yang ilmunya tinggi.

"Sesungguhnya engkau adalah pemuda terpelajar.”

Begitu perkataan Rasulullah kepada Abdullah bin Masud.

Abdullah bin Masud ra kemudian termasuk sahabat Nabi yang awal-awal memeluk Islam.

Ia menjadi orang keenam yang memeluk agama Islam.

Abdullah bin Masud kemudian dikenal sebagai sahabat Nabi yang ahli fikih dan sangat paham Al-Qur’an.

Imam Ahmad bin Hambal dalam kitabnya yang diterjemahkan menjadi Zuhud Cahaya Qalbu menghimpun sejumlah kata hikmah dari Abdullah bin Masud.

Berikut Tribun himpun.

Dari Abu Wa'il, dari Abdullah bin Masud, dia berkata, Siapa yang tawadhu karena khusyu kepada Allah, maka Allah akan meninggikannya pada hari kiamat, dan siapa yang congkak maka Allah merendahkannya pada hari kiamat."

Dari Al-Qasim, bahwa Abdullah bin Masud berkata kepada anaknya,

Baca juga: Kisah Sahabat Nabi, Zaid bin Tsabit Penghafal dan Penghimpun Alquran yang Meminta Ikut Berjihad

Baca juga: Sahabat Nabi Ubadah bin Shamit,Berasal dari Palestina yang Ucapannya Jadi Asbabun Nuzul Al Maidah 56

Baca juga: Mengenal Abu Thalhah Sahabat Nabi yang Jasadnya Masih Utuh Karena Semasa Hidup Rajin Berpuasa

"Wahai anakku, lapangkanlah rumahmu, kuasailah lisanmu dan menangislah karena mengingat kesalahan-kesalahanmu."

Dari Amr bin Maimun, dari Ibnu Masud, dia berkata, "Sesungguhnya syetan mengelilingi orang-orang yang ada di suatu majlis dzikir untuk mendatangkan cobaan kepada mereka, namun dia tidak dapat memecah belah mereka. Lalu dia mendatangi sekumpulan orang-orang yang membicarakan dunia lalu memperdayai mereka, sehingga mereka saling bermusuhan. Ahli dzikir bangkit dari tempatnya lalu mereka pun berpisah.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved