Berita Tanjab Barat
Tanjab Barat Zona Merah Covid-19, Apa yang Dilakukan Pemkab dan Satgas?
Dari rilis Satgas Covid-19 Provinsi Jambi, Tanjab Barat memiliki pasien terkonfirmasi Covid-19 719 kasus dengan angka sembuh sebanyak 529 dan kematian
TRIBUNJAMBI.COM - Kabupaten Tanjung Jabung Barat ( Tanjab Barat) masuk dalam kategori zona merah penyebaran Covid-19.
Dari rilis Satgas Covid-19 Provinsi Jambi, Tanjab Barat memiliki pasien terkonfirmasi Covid-19 719 kasus dengan angka sembuh sebanyak 529 dan kematian 16 orang.
Dikatakan Kepala BPBD Tanjab Barat Zulfikri mengiyakan kondisi zona merah Covid-19 di Tanjab Barat.
Ia menyebutkan, dalam seminggu terakhir terjadi peningkatan terpaparnya Covid-19 di tengah masyarakat.
"Terjadi peningkatan penularan yang cukup tinggi, di mana pada 23 Mei tercatat masih ada penularan baru terhadap satu orang. Artinya satu orang yang terkena Covid ini memungkinkan untuk resiko memapar lebih dari satu orang," katanya.
Katanya, berdasarkan rekomendasi dari Provinsi bahwa untuk wilayah Zona Merah untuk kegiatan berdampak ekonomi yang dinilai rendah untuk di batasi. Kemudian untuk aktivitas pendidikan di tutup sementara.
"Ini sudah kita lakukan semuanya, bahkan untuk sekolah kita dari awal pandemi sampai dengan sekarang tidak ada tatap muka," ujarnya.
Di sisi lain, terkait dengan kebijakan-kebijakan lain menyusul dengan kondisi zona merah Covid-19, Zulfikri bilang sesuai dengan intruksi dari wadansatgas akan dilakukannya rapat.
Terpisah, Wakil Bupati Tanjab Barat Hairan mengatakan Pemkab Tanjab Barat bersama Satgas Covid-19 akan melaksanakan rapat untuk memutuskan kebijakan terkait penangganan Covid-19.
Baca juga: Tanjab Barat Jadi Zona Merah Covid-19, Satgas Segera Putuskan Kebijakan Untuk Penanganan Selanjutnya
Baca juga: Tidak Puas Dengan Hasil PSU Pilgub Jambi, Paslon Masih Bisa Ajukan Gugatan ke MK
"Segera kita akan rapat koordinasi guna menekan dan mampu keluar dari zona merah. Kita akan mencari solusi dan langkah-langkah kebijakan nantinya seperti apa penangganan di Tanjabbar ini," katanya, Jumat (28/5/2021).
Sementara itu, Wadansatgas Covid-19 Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro bilang, untuk sementara pihaknya masih akan berkoordinasi untuk percepatan vaksinasi.
Hal lain disebutkannya, akan ada kebijakan yang di ambil, melihat saat ini kesadaran masyarakat untuk menghindari keramaian sudah mulai turun.
"Kita melihat bahwa kegiatan-kegiatan keramaian sudah mulai tidak menerapkan prokes. Artinya ada kelengkapan tetapi tidak di gunakan, aktivitas ngumpuk dan keramaian ini yang akan kita upayakan untuk tidak terjadi," ujarnya.
"Ini nanti yang akan kita rapatkan. Nanti siang akan rapat di Polres dengan Satgas dan kita akan lihat bagaimana kebijakan yang akan kita ambil untuk menekan angka Covid ini," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/update-covid-batanghari-29e-prmakaman-jenasah-positif-covid.jpg)