Liputan Khusus
Digitalisasi Layanan Perbankan Berdampak pada Layanan Manual, Bank Rasionalisasi Jumlah Karyawan
Kata dia, digitalisasi akan berdampak pengurangan pada petugas costumer service (CS) dan teller. Walaupun awalnya dikatakan akan dialihtugaskan pekerj
Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUNJAMBI.COM - Semakin berkembangnya dunia digital membuat semua lebih mudah dan cepat. Pada industri perbankan pun teknologi berkembang.
Kasubag Pengawasan Bank 2 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi, Novian Suhardi, mengatakan perkembangan digitalisasi layanan perbankan akan berdampak pada layanan manual.
Aktivitas transaksi manual akan menurun karena penggunaan layanan digital semakin meningkat.
“Dengan adanya teknologi digital, diasumsikan ke depannya akan ada penyederhanaan bisnis proses industri perbankan. Tentunya dengan penyederhanaan bisnis proses akan berdampak pada jumlah sumber daya manusia (SDM) yang bekerja di industri perbankan,” katanya via telepon seluler, Sabtu (22/5).
“Pengaruh digitalisasi itu pasti karena memang tentu kehadiran teknologi itu untuk lebih memberikan efisiensi dan efektivitas dalam pekerjaan,” tambahnya.
Ia mengatakan kehadiran teknologi sebetulnya bukan mengurangi penggunaan SDM perbankan, melainkan adanya pergeseran kebutuhan SDM.
"Kalau kebutuhan kondisi sekarang dan ke depan dibutuhkan SDM bidang pemasaran, penjualan. Artinya orang-orang yang mampu memasarkan dengan baik dan cakap,” ungkapnya.
Novian mengatakan kebutuhan marketing, pemasaran dan yang berkaitan dengan penjualan produk tidak bisa hanya mengandalkan teknologi. Karena itu, tetap dibutuhkan SDM yang cakap menguasai bidang tersebut.
"Kebutuhannya skill komunikasi, skill dalam pemasaran, presentasi mungkin itu skill yang dibutuhkan ke depannya untuk berkiprah di industri perbankan ke depannya,” katanya.
“Terkait dengan teknologi, agar mampu bersaing SDM perbankan harus mampu meningkatkan kompetensi dengan melek teknologi digital. Kemampuan TIK dan penguasan TIK untuk menghadapi revolusi teknologi dan menghadapi globalisasi,” pungkasnya.
Baca Berita Jambi lainnya
klik:
Baca juga: BREAKING NEWS Mahasiswa di Jambi Diringkus Polisi, Nekat Jadi Pengedar
Baca juga: Kantor Cabang Pembantu Perbankan di Jambi Berkurang, CS dan Teller Dialihtugaskan
Baca juga: Batas Waktu Penukaran Kartu ATM di Bank BRI, Mandiri, BNI, BCA, Jika Lewat Akan Dinonaktifkan
Baca juga: Perempuan Pertama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti: Wanita Lebih Tahan
Rasionalisasi Karyawan-Kantor Cabang
Sementara itu, Yohanes Vyn Amzar, SE, MSi Dosen Ekonomi Pembangunan FEB Unja menilai kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dimanfaatkan oleh sektor perbankan untuk mempermudah transaksi secara digital.
Bisnis mendorong kemajuan teknologi dan informasi, begitu juga sebaliknya kemajuan teknologi informasi mendorong kemajuan bisnis.
“Kemajuan TIK dan digitalisasi pada perbankan tentu ada dampak positif dan negatif. Dampak positifnya, mempermudah mengakses keuangan, transaksi mudah dan cepat, bisa dilakukan di mana dan kapan pun. Lebih efesien, mudah dan cepat,” ujarnya.
Dampak negatifnya bisa dilihat dari beberapa aspek. Misalnya kemajuan teknologi harus mendorong perubahan mindset, terutama pelaku atau stakeholder perbankan. Layanan digitalisasi akan membuat rasionalisasi karyawan, kantor cabang atau pengurangan kantor cabang dan karyawan.
Kata dia, digitalisasi akan berdampak pengurangan pada petugas costumer service (CS) dan teller. Walaupun awalnya dikatakan akan dialihtugaskan pekerjaannya, namun itu pasti tidak lama. Ke depan pasti terjadi pengurangan karyawan dan kantor cabang.
Dari hasil penelitian Unescape, salah satu jenis pekerjaaan perbankan ke depan yang akan menghilang yaitu teller dan customer service.
Ini sudah dicoba di Singapura. Ke depannya bertransaksi perbankan akan dengan mesin yang berbicara. Mesin yang menjawab semuanya.
Ke depan memang zamannya lebih canggih. TIK menjadi penyebab dan jawaban permasalahan yang mendorong kemudahan segalanya.
Perkembangan digitalisasi pada sektor keuangan secara umum akan membantu ekonomi bergerak lebih cepat. Namun, akan ada permasalahan baru seperti permasalahan keamanan data, pembobolan rekening dan lainnya. Cara mengatasinya dengan mengedukasi semua pihak.