Berita Jambi
VIDEO Tiga dari 7 Jasad Korban Kapal Wicly Dievakuasi di Perairan Pulau Berhala, Ini Kronologisnya
Korban yang baru ditemukan berjumlah dua orang berjenis kelamin perempuan, mereka ditemukan tidak berjauhan di perairan Pulau Berhala
Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Hari ke tiga pencarian korban Kapal KM Wicly Jaya Sakti, yang tenggelam di perairan Tanjung Jabung Timur dua orang korban kembali ditemukan oleh Tim SAR.
Korban yang baru ditemukan berjumlah dua orang berjenis kelamin perempuan, mereka ditemukan tidak berjauhan di perairan Pulau Berhala arah barat laut dan arah tenggara pada pukul 11.45 WIB dan 13.45 WIB.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Basarnas Provinsi Jambi, Al- Hussain dalam presrillis-nya.
"Iya pada hari ketiga proses pencarian korban tenggelam di kapal Wicly di Tanjabtimur petugas kita kembali menemukan dua orang korban lagi siang tadi, korban saat ini sudah di posko Nipah Panjang untuk di identifikasi,"kata Al Hussain Senin (24/5/21).
Untuk data korban yang terlibat pada insiden kapal Wicly yang tenggelam di perairan Tanjabtimur sebanyak 26 orang, selamat 18 orang, 7 orang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara masih dalam pencarian 1 orang lagi.
Terancam 10 Tahun
Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan, nahkoda kapal motor atau KM Wicly Jaya Sakti ditetapkan sebagai tersangka.
Seperti diketahui, KM Wickly Jaya dihantam ombak dan tenggelam di perairan Tanjab Timur pada Sabtu (22/5) membawa 26 penumpang dan ABK.
Dari 26 itu 18 orang penumpang selamat saat insiden terjadi.
Lanjutan hasil penyelidikan, nahkoda KM Wicly Jaya Sakti jadi tersangka karena pelanggaran undang-undang pelayaran.
Dir Pol Airud Polda Jambi Kombes Pol Pahorian Lumban Gaol (ist)
Hal ini disampaikan oleh Dir Pol Airud Polda Jambi Kombes Pol Pahorian Lumban Gaol.
Penetapan tersangka berkaitan dengan izin berlayar kapal.
KM Wicly Jaya Sakti memiliki izin berlayar untuk mengangkut barang, namun ternyata kapal ini mengangkut penumpang.
"Untuk sementara hanya nahkoda saja yang kita tetap sebagai tersangka. Saat ini bangkai kapal tersebut belum ditemukan,"ungkapnya.