Senin, 27 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Selamat Hari Pentakosta

Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram Lembaga Alkitab Indonesia
Ilustrasi Pentakosta 

Selamat Hari Pentakosta

Bacaan ayat: Kisah Para Rasul 2:4 (TB) - "Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya".

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Ketika membaca Alkitab, banyak yang ragu: mengapa sulit untuk memahami maknanya?

Bagaimana saya bisa yakin bahwa yang saya pahami benar?

Beberapa orang tidak percaya diri dan takut salah, karena Iblis pun ternyata pernah mengutip ayat Alkitab untuk mencobai Yesus.

Alkitab tidak jatuh dari sorga. Alkitab adalah buku catatan kesaksian orang percaya pada masa lampau tentang perjumpaan mereka dengan Allah.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Hidup Oleh Roh Kudus

Lebih dari 40 orang, dalam kurun waktu 1600 tahun; dengan budaya, bahasa, konteks yang berbeda-beda, maka wajar jika kita membacanya hari ini yang terpaut rentang waktu yang jauh, akan mengalami kesulitan untuk memahami.

Bahkan kepribadian penulis memberikan warna yang dinamis dalam setiap kesaksiannya.

Mereka tidak sedang kerasukan, namun dengan kesadaran penuh dalam berfikir dan beride dengan mendapatkan inspirasi dan mendapat ilham dari Allah dalam karya Roh.

Disinilah kita boleh diyakinkan bahwa Roh Allah yang dahulu menuntun para penulis Alkitab, adalah Roh yang sama, yang akan menuntun kita hari ini untuk memahami maknanya.

Roh Allah atau Roh Kudus inilah yang menghubungkan maksud kekal Allah dalam setiap karya-Nya untuk dipahami manusia dari masa ke masa.

Iman Kristen adalah iman yang menyejarah. Iman tentang relasi manusia dengan Allah.

Alkitab menjadi dokumen tertulis tentang relasi tersebut. Itu artinya Alkitab yang kita imani sebagai Firman Allah adalah Firman yang hidup dan berkarya dalam sejarah kehidupan setiap orang.

Roh Kudus akan terus menghubungkan maknanya dari generasi ke generasi berikutnya.

Waspadalah, karena perkembangan teknologi dapat menjadi kabut pembatas bagi kita untuk menghalangi kita memahami karya-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Menyembah Allah Dalam Roh dan Kebenaran

Berbuat baik, kedamaian, toleransi, penerimaan dan penghargaan kepada perbedaan, seakan menjadi prioritas dalam kehidupan sehingga kebenaran menjadi tersamar.

Padahal semua kebaikan yang kita lakukan dalam kehidupan, sebenarnya hanyalah akibat dari relasi dengan Allah yang sudah diperdamaikan dalam Yesus Kristus.

Pentakosta, hari itu, oleh para murid menjadi hari yang istimewa. Pentakosta yang pahami sebagai hari raya syukur, beralih makna menjadi hari turunnya Roh Kudus.

Lidah api dan tiupan angin mengawali hadir-Nya Sang Roh yang meruntuhkan segala penyekat.

Kala itu, bahasa (mungkin sampai hari ini) menjadi sekat yang sulit ditembus untuk menyampaikan sebuah pesan antar manusia.

Kendala bahasa membuat relasi seakan terputus bahkan permusuhan muncul didalamnya.

Roh Kudus turun dan para murid berbicara tentang perbuatan besar Allah dan masing-masing orang mendengar mereka berbicara dalam bahasa asal daerah mereka.

Fokus utama yang diberitakan adalah perbuatan besar Allah, tentang bahasa hanyalah sarana yang dipakai untuk menyampaikan kabar tersebut.

2000 tahun kemudian, Roh Kudus terus berkarya. Roh itu akan terus menyalakan semangat untuk hidup dalam kebenaran meskipun dalam sunyi karena pandemi.

Biarlah Roh Kudus yang memimpin kita agar terus bersemangat dalam segala keadaan.

Isolasi, bukan lagi menjadi kata menakutkan, justru menjadi kesempatan untuk menyalakan kembali roh yang mulai padam dalam kuasa Roh Kudus.

Pandemi tidak lagi menggentarkan, karena kita percaya karya Roh Kudus semakin nyata melalui kemajuan zaman.

Dunia maya menjadi cara kita memahami karya Roh Kudus yang melintasi segala sekat. Dia, Roh Kudus berkarya dalam hati setiap orang untuk menemukan kebenaran.

Selamat hari Pentakosta. Roh Kudus akan memimpin kita untuk hidup dalam kebenaran Firman-Nya. Amin.

Renungan Oleh Pdt Feti Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved