Jumat, 17 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Sahabat Rasulullah

Drama di Perang Jamal, Saat Sahabat Nabi Thalhah bin Ubaidilah Dipanggil oleh Ali bin Abi Thalib

Terbunuhnya sahabat Nabi yang juga khalifah, yaitu Utsman bin Affan menimbulkan perselisihan di kalangan umat Islam. Thalhah bin Ubaidilah termasuk sa

Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan
Istimewa
Ilustrasi Pedang Zulfikar, pedang Nabi Muhammad SAW yang diwariskan ke Ali bin Abi Thalib. 

Di situlah suasana mencair.

Zubair menjawab, "Ya, sekarang aku ingat. Sebelumnya, aku telah lupa. Demi Allah, aku tidak akan memusuhimu."

Akhirnya Zubair dan Thalhah bin Ubaidilah mengundurkan diri untuk terlibat dalam perang saudara tersebut. Mereka mengundurkan diri karena mengetahui duduk persoalan dan melihat Ammar bin Yasir berperang di pihak Ali.

Mereka juga ingat akan sabda Rasulullah kepada Ammar "Kau akan dibunuh oleh kelompok pemberontak.”  Dengan demikian, jika Ammar terbunuh dalam perang yang Thalhah terlibat di dalamnya, Thalhah adalah pemberontak. Thalhah dan Zubair menarik diri dari perang.

Akhirnya perang Jamal berakhir. Lalu Ummul Mukmin Aisyah melepaskan diri dari perselisihan.

Diriwayatkan, sahabat Ali kemudian membekalinya dengan fasilitas dan kehormatan saat Aisyah ke Madinah

Rasulullah saw dalam beberapa kesempatan menyebut nama sahabat Thalhah bin Ubaidilah.

Ucapan Rasulullah itu kian meneguhkan sosok sahabat Nabi tersebut.

Diriwayatkan suatu ketika Rasulullah saw membaca Surat Al Ahzab ayat 23.

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak mengubah (janjinya).”

Lalu, kemudian Rasulullah berkata dan menunjuk Thalhah yang ada di sana. “Siapa yang ingin melihat seorang laki-laki yang berjalan di atas bumi, padahal ia telah wafat maka hendaklah ia melihat Thalhah.”

Pada kesempatan lain, Nabi Muhammad saw bersabda yang kian meneguhkan sosok Thalhah bin Ubaidilah. “Thalhah dan Zubair adalah tetanggaku di surga.”

Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya Biografi 60 Sahabat Rasulullah saw memberi judul Kesatria dalam Perang Uhud saat membahas sahabat Nabi Thalhah bin Ubaidilah.

Dalam perang Uhud, Thalhah bin Ubaidilah tampil perkasa. Ia tampil di depan dan menyelamatkan Rasulullah saat Rasulullah terdesak. Ia memapah Rasulullah ke tempat aman sembari tangan kanannya terus mengayunkan pedangnya.

Saat itu menurut Abu Bakar Asshidiq, Thalhah bin Ubaidilah mendapatkan 70 lebih luka tusukan di tubuhnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved