Data 279 Juta Penduduk Indonesia Diduga Bocor, Lihat Reaksi DPR
Sebanyak 279 juta penduduk Indonesia diduga bocor. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta aparat penegak hukum segera bertindak.
Data 279 Juta Penduduk Indonesia Diduga Bocor, Lihat Reaksi DPR
TRIBUNJAMBI.COM - Data 279 juta penduduk Indonesia diduga bocor. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta aparat penegak hukum segera bertindak.
Menurut Sufmi Dasco dugaan itu harus segera ditelusuri karena berpeluang merugikan masyarakat.
"Soal isu di media sosial ada kebocoran data sebanyak 279 juta, harus segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Karena kalau memang itu betul, kebocoran itu ada, sangat disayangkan," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip dari video yang diterima Kompas.com, Jumat (21/5/2021).
Dasco khawatir, data pribadi masyarakat itu jatuh ke tangan orang yang tak bertanggung jawab dan disalahgunakan.
"Sangat disayangkan karena kerahasiaan yang penting, bisa jatuh ke tangan yang tidak berwenang," katanya.
Baca juga: Prajurit TNI Diberondong Tembakan KKB Papua di Jembatan, Begini Kondisinya Kini
Baca juga: Masjid di Gaza Hancur Kena Roket Israel, 227 Orang Palestina Tewas, Hamas Mati-matian Lakukan Ini
Politisi Partai Gerindra ini juga meminta melakukan tindakan preventif secepatnya terhadap data pribadi masyarakat yang diduga bocor.
"Melakukan tindakan preventif secepatnya, agar hal tersebut tidak merugikan masyarakat banyak," kata Dasco.
Sebelumnya beredar kabar di media sosial soal dugaan kebocoran data pribadi.
Kali ini, data yang diklaim berasal dari 279 juta penduduk di Indonesia itu dijual di situs surface web Raid Forum.

Situs tersebut dapat diakses siapa saja dengan mudah karena bukan merupakan situs gelap atau situs rahasia (deep web). Ratusan data itu dijual oleh seorang anggota forum dengan akun "Kotz".
Dalam keterangannya, Kotz menuturkan bahwa data tersebut berisi NIK, nomor ponsel, e-mail, alamat, dan gaji. Data itu termasuk data penduduk Indonesia yang telah meninggal dunia.