Dianggap Paling Berbahaya di Palestina, Ini Sosok yang Paling Diburu Israel untuk Dilenyapkan

Israel beberapa kali berusaha membunuh panglima militer Hamas. Upaya itu terus dilakukan dalam serangan terbaru mereka ke Gaza.

Editor: Teguh Suprayitno
Menahem Kahana/AFP
Tentara Israel menembakkan howitzer self-propelled 155mm ke Jalur Gaza di dekat kota selatan Israel Sderot pada Rabu (13/5/2021). 

Dianggap Paling Berbahaya, Ini Sosok yang Paling Diburu Israel

TRIBUNJAMBI.COM - Israel beberapa kali berusaha membunuh panglima militer Hamas. Upaya itu terus dilakukan dalam serangan terbaru mereka ke Gaza.

Israel sudah menargetkan Mohammed Deif, dalam konflik yang memasuki hari kesepuluh.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menerangkan, jet tempur mereka telah menyasar infrastruktur maupun rumah komandan Hamas di Gaza.

Jurnalis BBC Rushdi Abualouf mengungkapkan, dua milisi Palestina tewas saat IDF menggelar 70 serangan udara.

Baca juga: Sosok Mohammad Deif Panglima Perang Hamas, 26 Tahun Diburu Israel, Tetap Hidup Meski Ditembak Rudal

Baca juga: Virus Corona Asal India Ditemukan di Jakarta dan Tangerang Selatan, Diketahui Asalnya dari Sini

Juru bicara IDF, Brigadir Jenderal Hidai Zilberman berkata mereka berupaya membunuh Mohammed Deif.

"Kami sudah beberapa kali melakukan upaya untuk melenyapkannya," ujar Brigjen Zilberman dilansir Rabu (19/5/2021).

Deif merupakan panglima dari sayap militer Hamas, Brigade Izzedine al-Qassam, dan berkali-kali lolos dari upaya pembunuhan.

Mohammed Deif (tengah), komandan Brigade Izzudin Al-Qassam Hamas yang diburu Zionis Israel.
Mohammed Deif (tengah), komandan Brigade Izzudin Al-Qassam Hamas yang diburu Zionis Israel. (istimewa)

Upaya terakhir terjadi pada 2014, dalam serangan IDF yang dilaporkan membunuh anak dan istri Deif.

Hingga saat ini, keberadaan Deif belum diketahui dan dia dianggap sebagai sosok di belakang layar aksi Brigade al-Qassam.

Hamas "mundur beberapa tahun"
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeklaim, serangan demi serangan yang mereka lakukan merepotkan faksi Palestina tersebut.

Saat mengunjungi pangkalan udara, Netanyahu mengeklaim kelompok tersebut "mendapat serangan yang tak disangka-sangka".

"Hamas mundur untuk beberapa tahun," koarnya sembari menegaskan, operasi militer akan terus berlanjut demi memulihkan ketenteraman Israel.

Baca juga: Kapolda Papua Bongkar Siapa Sebenarnya Lekagak Telenggen, Ternyata Begini Kondisi Pemimpin KKB Papua

Randa Abu Sultan kepada AFP mengungkapkan putranya yang berusia empat tahun mengaku takut jika dia tertidur.

"Dia takut jika dia sampai tertidur, maka dia akan mendapati kami semua sudah tewas saat dia bangun," kata Randa.

Kementerian kesehatan setempat menyatakan, 219 warga Palestina tewas di Gaza, dengan hampir 100 di antaranya perempuan dan anak-anak.

Sementara dari pihak Israel, mereka mengeklaim 12 warganya terbunuh, termasuk dua orang anak.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved