Aurel Hermansyah Keguguran, Inilah Kemungkinan Penyebab Perdarahan Trimester Pertama
Menurut pendapat dokter kandungan Aurel Hermansyah, pendarahan yang dialaminya bisa jadi karena ia terlalu kelelahan.
2. Kehamilan ektopik
Pada kehamilan ektopik, embrio ditanamkan di luar rahim, biasanya di tuba falopi.
Jika embrio terus tumbuh, bisa menyebabkan tuba falopi pecah, yang bisa mengancam nyawa sang ibu.
Meskipun kehamilan ektopik berpotensi berbahaya, itu hanya terjadi pada sekitar 2% kehamilan.
Gejala lain dari kehamilan ektopik adalah kram atau nyeri yang kuat di perut bagian bawah, serta pusing.
3. Kehamilan mola (trofoblas gestasional)
Ini adalah kondisi yang sangat langka di mana jaringan abnormal tumbuh di dalam rahim, bukan di bayi.
Dalam kasus yang jarang terjadi, jaringan tersebut bersifat kanker dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Gejala lain dari kehamilan mola adalah mual dan muntah yang parah, serta rahim yang membesar secara cepat.
4. Keguguran
Karena keguguran paling sering terjadi selama 12 minggu pertama kehamilan, ini cenderung menjadi salah satu masalah terbesar.
Namun, pendarahan pada trimester pertama tidak selalu akan kehilangan bayi atau mengalami keguguran.
Faktanya, jika detak jantung terlihat pada USG, lebih dari 90% wanita yang mengalami perdarahan vagina pada trimester pertama tidak mengalami keguguran.
Adapun gejala keguguran lainnya adalah kram yang kuat di perut bagian bawah dan jaringan yang melewati vagina.
Penyebab lain pendarahan pada awal kehamilan adalah perubahan serviks dan infeksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/aurel-hermansyah-keguguran-unggahan-atta-halilintar-di-instagram-bikin-haru.jpg)