Viral Warga Papua Nugini Dukung KKB Papua, Indonesia Langsung Bereaksi
Dalam video yang viral itu, mereka yang menyatakan mendukung KKB di Papua mengaku berasal dari Provinsi East Sepik.
TRIBUNJAMBI.COM - Video warga Papua Nugini mendukung Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua viral.
Namun tindakan mereka dianggap tidak mewakili warga maupun angkatan bersenjata Papua Nugini.
Dalam video tersebut memperlihatkan sekelompok masyarakat Papua Nugini yang menyatakan mendukung KKB Papua.
Menanggapi hal itu, pemerintah Indonesia kemudian bekerjasama dengan Papua Nugini (PNG) untuk mengusut video tersebut.
Duta Besar RI untuk Papua Nugini Andriana Supandy meminta warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Papua Nugini tak terprovokasi.
Baca juga: KKB Papua Kocar-kacir Diserang Kopassus, Dua Anak Buah Andalan Lekagak Telenggen Tewas
Baca juga: Begini Kondisi Israel Setelah Dihukum Tuhan, Ribuan Orang Mati Mengenaskan
Andriana menyatakan, hubungan Indonesia dan Papua Nugini selama ini terjalin dengan baik.
"Hubungan baik bilateral kedua negara terus meningkat seiring dengan komitmen dari pemerintah kedua negara untuk menjunjung tinggi perjanjian saling menghormati, persahabatan, dan kerja sama yang ditandatangani pada 1986," demikian keterangan KBRI Port Moresby, dikutip dari Antara, Sabtu (15/5/2021).
Dalam video yang viral itu, mereka yang menyatakan mendukung KKB di Papua mengaku berasal dari Provinsi East Sepik.
Mereka tampak memakai seragam militer sambil membawa senjata api.

Pemerintah Papua Nugini pun telah menugaskan pejabat dan aparat berwenang untuk melakukan investigasi di wilayan East Sepik.
Pemerintah setempat khawatir adanya potensi ancaman keamanan dari kelompok tersebut.
Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Internasional Papua Nugini Soroi Eoe MP mengatakan, pernyataan sekelompok masyarakat Papua Nugini dalam video itu merupakan tindakan kriminal.
Selain itu, Panglima Angkatan Bersenjata Papua Nugini Mayor Jenderal Gilbert Toropo menegaskan, pernyataan kelompok tersebut tidak mewakili masyarakat atau angkatan bersenjata Papua Nugini.
Toropo bahkan menyatakan tindakan kelompok tersebut dapat dikategorikan sebagai makar, karena mengklaim membentuk pasukan bersenjata di luar Angkatan Bersenjata Papua Nugini.
Ia mengatakan, pemerintah Papua Nugini akan melakukan penindakan hukum terhadap para pihak yang terlibat dalam video tersebut.