Kesaksian Orang Indonesia di Jalur Gaza, Israel Frustasi Lawan Hamas hingga Warga Jadi Sasaran
Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Jalur Gaza beri kesaksian kondisi di Palestina saat digempur militer Israel.
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Jalur Gaza beri kesaksian kondisi di Palestina saat digempur militer Israel.
Muhammad Husein, salah satu WNI yang tinggal di Jalur Gaza, ia juga seorang aktivis kemanusiaan.
Husein mengungkapkan bagaimana kondisi terkini di Palestina.
Husein yang kerap jadi narasumber sejumlah TV Nasional ini menceritakan jika militer Israel saat ini tengah frustasi.
Pasalnya, militer Israel tak bisa lagi membendung serangan militan Hamas dan sejumlah militan lain dari Gaza.
Baca juga: Jutaan Orang Palestina Bisa Tewas Dalam Hitungan Menit Jika Israel Gunakan 3 Roket Mematikan Ini
Baca juga: Dimbombardir Rudal Israel, Presiden Joe Biden Justru Minta Ini ke Presiden Palestina Mahmoud Abbas
Roket-roket yang ditembakkan dari Gaza berhasil menembus Iron Dome, sistem pertahanan udara andalan Israel.
"Iron Dome hanya bisa menghalau roket kecil yang jangkauannya terbatas, sementara roket besar dan berhulu ledak tinggi berhasil menjangkau kota-kota Israel," katanya saat live via Youtube, Minggu (16/5/2021).

Husein menambahkan, Israel tambah frustasi karena tak bisa menemukan titik musuh mereka.
Akibatnya, warga sipil pun menjadi korban. Termasuk gedung-gedung pemerintah dan kantor media di Gaza tak luput dari serangan tentara zionis.
"Itu karena Israel tak menemukan taget hingga menyerang membabi buta," katanya.
Husein menambahkan, Sabtu malam waktu setempat menjadi hari terparah serangan Israel ke Gaza.
"Malam ini adalah malam terpanas, terparah dan terbrutal sejak dimulainya serangan," katanya.
Berdasarkan laporan yang diterima Husein hingga Minggu (16/5/2021) siang, tercatat ada lebih dari 180 warga sipil Palestina yang terbunuh oleh serangan Israel.
Pertama Kalinya Presiden AS Joe Biden Telepon Presiden Palestina
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melakukan panggilan telepon pertamanya dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.