Operasi Pekat
ABG di Merangin Menangis Histeris saat Terjaring, Pasangannya Kabur saat Operasi Pekat
Tiga pasangan bukan suami istri dan empat wanita penghibur terjaring operasi penyakit masyarakat (Pekat) di Kabupaten Merangin,
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Tiga pasangan bukan suami istri dan empat wanita penghibur terjaring operasi penyakit masyarakat (Pekat) di Kabupaten Merangin, Sabtu (8/5) malam.
Di tengah pandemi Covid-19 dan bulan suci Ramadan masih marak aktivitas penyalahgunaan hotel, kos-kosan di Kabupaten Merangin untuk berbuat asusila.
Hal itu terbukti dari Operasi Pekat Satuan Polisi Pamong Praja dan Kepolisian Resort Merangin mengamankan sejumlah pasangan bukan suami istri, anak di bawah umur dan wanita penghibur.
Warga yang terjaring operasi itu di sebuah kafe, kos-kosan dan penginapan itu tidak dapat menunjukkan identitasnya dibawa ke Kantor Satpol-PP Merangin untuk dimintai keterangan dan pembinaan.
Saat razia tersebut, seorang wanita di bawah umur atau anak baru gede (ABG) menangis histeris saat akan diamankan. Dia diamankan lantaran diduga akan berbuat asusila bersama pasangannya. Namun sang pria berhasil kabur saat akan diamankan petugas.
Setidaknya dalam razia yang menyasar ke penginapan yang bernama Habibah itu terdapat dua pasangan yang diamankan pada tengah malam itu.
Plt Kasatpol-PP Merangin, Shobraini mengatakan operasi pekat itu menyasar pada kafe dan hotel untuk menelusuri maraknya penyakit masyarakat di penginapan dan tempat-tempat hiburan malam.
Dari razia itu, Sobraini mengatakan pasangan yang diamankan tidak dapat menunjukkan identitas berupa buku nikah.
"Kita temukan pasangan yang tidak mempunyai identitas surat nikah. Yang ditemukan di hotel Habibah ini sekitar dua pasangan," ungkapnya, Sabtu (8/5) malam.
Sementara yang diamankan dari kos kosan dan tempat karaoke dikatakan Sobraini lantaran tidak memiliki identitas yang jelas. Sehingga langsung diamankan dan dimintai keterangan.
Sedangkan anak di bawah umur yang turut diamankan itu, Satpol PP akan memanggil orang tuanya meminta penjelasan.
"Kita curiga anak ini di bawah umur tapi menginap di hotel, sendiri lagi, tanpa ada temannya," ujarnya.
Mereka yang terjaring dalam razia tersebut pun akan dilakukan pembinaan.
Sementara itu di ujung jalur tiga Kota Bangko, Polisi juga membubarkan aksi kelompok anak muda yang melakukan balapan liar. Saat membubarkan balapan itu, tampak anggota Satlantas Polres Merangin mengamankan dua anak remaja yang mengendarai sepeda motornya.
Lalu kedua anak itu dan sepeda motornya dibawa ke Mapolres Merangin untuk dimintai keterangan dan mengamankan sepeda motor tersebut.