Sabtu, 30 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Sejarah Akar Masalah Israel vs Palestina, Konflik Tak Pernah Usai

Konflik Israel dan Palestina kembali memanas. Kedua negara saling melepaskan rudal sehingga timbul korban jiwa dari kedua belah pihak.

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
AFP PHOTO/AHMAD GHARABLI
Kepolisian Israel berusaha mengusir demonstran Palestina dalam bentrokan yang berlangsung di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, pada 7 Mei 2021. 

TRIBUNJAMBI.COM - Konflik Israel dan Palestina kembali memanas.

Kedua negara saling melepaskan rudal sehingga timbul korban jiwa dari kedua belah pihak.  

Konflik terbaru antara Israel dan Palestina bermula dari upaya Israel menggusur warga Palestina di Sheikh Jarrah, Yerussalem Timur. 

Warga Palestina membalas upaya itu itu dengan unjuk rasa. 

Aksi unjuk rasa direspons Israel dengan memasang blokade polisi dan melakukan pengusiran. 

Ketegangan semakin meningkat pasca-kerusuhan yang terjadi di Masjid Al Aqsa, Jumat (7/5/2021) malam.

Saaat itu  polisi Israel membubarkan warga Palestina yang tengah melaksanakan shalat tarawih.

Kemudian, pada Senin (10/5/2021), faksi Hamas di Jalur Gaza menembakkan roket ke arah Tel Aviv dan sejumlah wilayah Israel lainnya, sebagai respons atas tindakan Israel di Yerusalem.

Serangan roket Hamas itu dibalas Israel dengan membombardir Jalur Gaza menggunakan jet tempur, yang mengakibatkan kerusakan bangunan dan korban jiwa.

Akibatnya, 35 warga Palestina tewas di Jalur Gaza, dan ratusan lainnya terluka saat kerusuhan di Masjid Al Aqsa.

Sementara itu, Israel melaporkan lima warganya tewas akibat serangan roket yang dilancarkan Hamas.

Akibat konflik ini, negara-negara di dunia terbelah dua dalam menanggapi konflik terbaru antara Israel dan Palestina

Bagaimana sebenarnya sejarah konflik Israel dan Palestina?

Dikutip dari Kompas.com yang mengutip history, segalanya bermula dari kelahiran gerakan zionis pada akhir abad XIX di kalangan Yahudi yang tinggal di wilayah Kekaisaran Rusia.

Pada waktu itu, kaum Yahudi di Kekaisaran Rusia mendambakan berdirinya sebuah negara Yahudi, di mana mereka bisa tinggal dengan damai tanpa persekusi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved