Breaking News:

Berita Internasional

China Curiga dengan Munculnya Kapal Norwegia, Endus Adanya Mata-mata AS Intip Aktivitas Beijing

Laut China Selatan masih jadi sorotan Tiongkok dalam pengembangan rencana mereka untuk laut sengketa itu.

Petty Officer 3rd Class Keenan Daniels
Ketegangan Hampir Berbuah Perang Samudera, Militer AS dan Tiongkok Gelar Latihan di Laut China Selatan Saling Berhadapan: Mereka Melihat Kami dan Sebaliknya 

TRIBUNJAMBI.COM - Laut China Selatan masih jadi sorotan Tiongkok dalam pengembangan rencana mereka untuk laut sengketa itu.

Bahkan segala bentuk armada laut yang memasuki wilayah itu jadi perhatian militer China.

Seperti baru-baru ini China mencurigai militer Amerika Serikat (AS) menyewa kapal sipil Noerwegia untuk memata-matai mereka.

Media pemerintah China, Global Times, mengabarkan berita tersebut di wilayahnya.

Analis pada hari Senin (10/5/2021) memperingatkan bahwa militer AS tampaknya menyewa sebuah kapal Norwegia yang misterius untuk pengintaian dekat pulau Taiwan, dan di Laut China Selatan.

Kapal Induk US Navy bersama grup tempur saat memasuki Laut China Selatan.
Kapal Induk US Navy bersama grup tempur saat memasuki Laut China Selatan. (24h)

Inisiatif Probing Situasi Strategis Laut China Selatan (SCSPI), sebuah lembaga pemikir yang berbasis di Beijing, mengatakan pada hari Minggu sedang menyoroti adanya operasi yang dirahasiakan yang dilakukan Amerika.

"Grand Canyon II, kapal pendukung konstruksi multiperan yang tampaknya berafiliasi dengan Helix Energy, sebuah perusahaan jasa minyak dan gas AS, dan memiliki banyak koneksi dengan militer AS, telah melakukan operasi yang dirahasiakan selama beberapa bulan terakhir," lapornya.

Pada awal Maret, kapal itu diketahui tiba di Yokosuka, Jepang, dari Guam untuk membawa helikopter MH-60S Seahawk yang diselamatkan pada 17 Maret setelah jatuh ke laut dalam 92 mil laut di timur ke Okinawa.

Pesawat tersebut jatuh pada 25 Januari 2020 setelah lepas landas dari kapal komando amfibi USS Blue Ridge, kapal bendera Armada ke-7 AS.

Menurut data pelacakan yang dirilis oleh SCSPI, Grand Canyon II diketahui telah beroperasi di dekat pulau Taiwan dan di Laut China Selatan selama sebulan terakhir, yang menimbulkan tanda tanya, memunculkan kecurigaan.

Halaman
123
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved