Minggu, 12 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pencabulan di Muarojambi

Kabupaten Muarojambi Tertinggi Kasus Pencabulan, Ini Penyebabnya

Kepala UPTD PPA Provinsi Jambi, Asi Noprini mengungkapkan, wilayah Kabupaten Muaro Jambi yang berada di daerah kuning telur, yakni mengelilingi Kota J

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kabupaten Muarojambi, menjadi wilayah tertinggi penyumbang kasus pencabulan di Provinsi Jambi.

Tidak tanggung-tanggung, UPTD PPA Provinsi Jambi mencatat, sepanjang Tahun 2020, pihaknya telah menangani sekira 126 kasus pencabulan.

Sementara, memasuki Tahun 2021, terhitung sejak Januari hingga saat ini, pihaknya telah mencatat 38 kasus pencabulan.

Kepala UPTD PPA Provinsi Jambi, Asi Noprini mengungkapkan, wilayah Kabupaten Muaro Jambi yang berada di daerah kuning telur, yakni mengelilingi Kota Jambi, disinyalir faktor penyebab tingginya kasus tersebut.

Kondisi tersebut, kata Noprini, membuat masyarakat Muaro Jambi diduga berada pada kondisi Shok Culture, atau sebuah kondisi yang tidak bisa menerima sebuah perubahan.

"Memang Muaro Jambi menjadi daerah tertinggi kasus pencabulan seperti ini. Dan ini merupakan wilayah Muaro Jambi mengelilingi Kota Jambi," kata Noprini, Selasa (11/5/2021) sore.

Namun yang tidak kalah penting, kata Noprini, pemerintah daerah harus segera bertindak cepat, agar kasus serupa tidak menjadi tren di wilayah Muaro Jambi.

Ia berharap, pemerintah setempat harus segera membentuk UPTD dan PPA secepat mungkin.

Kemudian, didukung dengan proses pendidikan terhadap masyarakat dan melakukan pendampingan terhadap korban.

"Pemerintah daerah Harus mengedepankan pendidikan ke masyarakat, dan PPA dan UPTD harus segera dibentuk," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang anak laki-laki usia 8 tahun di Muaro Jambi terlibat kasus pencabulan.

Anak laki-laki tersebut, berinisial J ( nama samaran) tega mencabuli anak seorang laki-laki berusia 5 tahun.

Kasus tersebut terjadi pada April 2021 lalu.

Kepala UPTD PPA Provinsi Jambi menjelaskan, Asi Noprini menjelaskan, pelaku dan korban masih bertetangga.

Ia tidak menyebut jelas, terkait kronologi kejadian tersebut, namun ia membenarkan saat ini pihaknya tengah turut mendampingi kasus tersebut.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved