Jam Operasional Tempat Usaha Kuliner di Kota Jambi Dibatasi Selama PPKM Skala Mikro

Terlebih lagi saat kegiatan tempat usaha, selama massa PPKM ini maupun penyambut hari raya Idul Fitri, dan paskah.

tribunjambi/rara khushshoh
Sy Fasha Walikota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Syarif Fasha, Wali Kota Jambi mengatakan ada pembatasan operasional tempat usaha kuliner saat ini.

Pembatasan akan dilangsungkan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Terlebih lagi saat kegiatan tempat usaha, selama massa PPKM ini maupun penyambut hari raya Idul Fitri, dan paskah.

"Pertama, mal maupun pusat perbelanjaan lainnya hanya diberi waktu buk hingga pukul 21.00 WIB," jelasnya, Jum'at (07/05/2021).

Selain itu, kuliner malam seperti pecel lele, sate, nasi goreng, seafood yang di pinggir jalan, sampai dengan pukul 23.00 WIB.

Ketika lewat pukul 23.00 WIB kuliner malam harus sudah menutup kedainya.

Lalu, restoran yang menyiapkan makanan sahur diperbolehkan buka. Tetapi dengan catatan hanya menerima tamu pengunjung yang makan di lokasi hanya sebatas pukul 23.00 WIB.

Ketika restoran itu menyediakan makanan sahur, dan lewat pukul 23.00 WIB, pembeli harus bungkus pesanannya.

"Lewat jam 11 malam tidak ada yang boleh makan di tempat itu lagi," kata dia.

Bukan hanya itu, tempat wisata terbuka seperti danau sipin, dan permainannya akan ditutup tanggal 15 dan 16 Mei 2021.

Termasuk area Tugu Keris Siginjai, akan ditutup. Yang ditutup bukan jalannya, tetapi tidak ada jajanan, mainan, dan sebagainya.

Sedangkan akses jalannya yang melalui lokasi tersebut akan tetap dibuka.

"Kenapa tidak kami tutup tanggal 12-14? Saat itu masyarakat masih sibuk silaturahim ke sana sini, ke pemakaman, urusan keluarga," jelasnya.

Biasanya, kata dia, hari ke tiga, dan ke empat Idul Fitri masyarakat membludak ke tempat-tempat hiburan. Apalagi, kata dia saat tanggal 15-16 Mei 2021 merupakan akhir pekan.

Sehingga, kata dia jika sudah massa membludak, maka tidak bisa terkontrol lagi pengumpulan massanya.

Ia mengatakan, Pemkot Jambi tidak ingin adanya pengumpulan massa yang berlebihan.

"Jadi untuk mengurangi resistensi tersebut, kita kurangi tanggal 15-16," jelasnya.

Baca juga: Pangeran Ninja Jambi, Komunitas Motor Ikut Kontes Juga Fokus Sosial Kemanusiaan

Baca juga: Download Lagu DJ Remix Full Bass, Video DJ Opus, DJ Nanda Lia, DJ Breakbeat & DJ Tiktok Terpopuler!

Baca juga: Cara Cek Bansos PKH, Bantuan Pangan, BLT UMKM dan BLT Dana Desa, Cair Sebelum Lebaran

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved