Breaking News:

Larangan Mudik Jambi 2021

Puasa Tak Menghalangi Petugas Pos Pengamanan dan Penyekatan Tempino Jalankan Tugasnya

Sazeli sebagai koordinator di posko tersebut selalu menyampaikan pesan kepada para petugas pada apel sebelum pelaksanaan penjagaan.

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Nani Rachmaini
Tribunjambi/Monang
Kapolres Muarojambi AKBP Ardiyanto saat memantau pos penyekatan di Tempino. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kegiatan penyekatan pra larangan mudik dan larangan mudik pada 27 April - 7 Mei menjadi tugas yang harus dijalani para petugas gabungan saat menjalankan ibadah puasa.

"Sebagian besar dari kami di posko menjalankan ibadah puasa. Tapi ini menjadi tugas kami demi mencegah penyebaran Covid-19 di Jambi tidak bertambah," tegas Ipda Sazeli Yudiarman, Perwira Pengendali (Padal) Pos Pengamanan dan Penyekatan Jambi-Sumsel di Tempino, Jumat (7/5/2021).

Tentu menjalankan tugas di lapangan sambil beribadah puasa bukan menjadi tugas yang mudah. Menahan haus dan lapar di saat cuaca panas terik, tentu cobaan untuk tidak berpuasa menjadi besar.

"Tentu banyak cobaan ya, terutama bertugas seperti di saat puasa seperti sekarang ini. Belum lagi bertemu dengan masyarakat yang ngeyel saat diharuskan memutarbalik. Kemarin kami menemukan satu bus dari Jakarta menuju Medan. Dari semua penumpang baru lima orang yang ada surat rapid test," tuturnya.

"Wah jelas ini tidak layak meneruskan perjalanan. Karena tidak lengkap surat-surat mereka. Itu saja ingin kami data mereka, dari merekanya sendiri menolak dan sempat terjadi adu argumen," tambahnya.

Namun pada akhirnya, penumpang bus tersebut bersedia di data dan mengurus surat non reaktif Covid-19 di Terminal Alam Barajo.

Sazeli sebagai koordinator di posko tersebut selalu menyampaikan pesan kepada para petugas pada apel sebelum pelaksanaan penjagaan. Agar selalu sabar dan tidak terpancing emosi dalam menghadapi masyarakat. 

"Tentu beradu argumen dan percakapan lainnya yang dapat menguras emosi tidak bisa terelakan ketika bertemu dengan masyarakat yang rada ngeyel. Namun saya selalu berpesan di sela-sela apel sebelum bertugas, agar kita semua tetap dingin, tetap sabar dalam menghadapi orang-orang,".

"Tentu puasa kita tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus. Tapi juga harus mampu menahan emosi atau rasa marah. Rasa amarah juga bagian dari nafsu yang perlu kita kendalikan selama berpuasa. Untuk itu, ada baiknya kita harus tetap dingin," terangnya.

Sementara itu ia mengatakan pos pengamanan dan penyekatan ini akan berlangsung hingga pada 24 Mei 2021 nantinya.

"Jadi kegiatan di posko ini di mulai sejak 27 April. Pada 27 April - 5 Mei itu merupakan penyekatan pra pelarangan mudik. Kemudian 6-17 Mei itu sudah masuk ke Operasi Ketupat 2021. Tentu dengan penyekatan pula," paparnya.

Kemudian ia menambahkan, kegiatan di posko penjagaan Tempino ini akan berlanjut kembali 18-24 Mei. Dengan penyekatan pasca larangan mudik.

Sazeli menjelaskan, petugas yang bertugas di pos pengamanan dan penyekatan Tempino ini ada sebanyak 31 orang.

"Kami yang bertugas di sini ada 31 orang. Dari Polri sendiri ada 16 anggota, TNI 4 anggota, Dishub 5 anggota, Satpol PP 3 anggota, dan Dinkes 3 anggota," jelasnya.

Baca juga: Nasib Apes Aiptu Tomy yang Jadi Target Sate Beracun, Akan Ditindak Tegas Bila Lakukan Pelanggaran

Baca juga: Berharap Ada Rumah Sakit Khusus Pasien Covid-19 di Jambi, Pemprov Ajukan Bantuan ke Pusat

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved