Sabtu, 2 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pria ini Temukan 50 Barang Antik Perunggu Berusia Lebih dari 2.500 Tahun, ini Penampakannya

Dia menemukan harta karun dari 50 barang antik perunggu yang berusia lebih dari 2.500 tahun pada bulan April saat jogging di hutan di Alingsås, Swedia

Tayang:
Editor: Muuhammad Ferry Fadly
Bertrand Guay/AFP/Getty Images
Ilustrasi harta karun emas. 

"Sebagian besar artefak yang ditemukan terbuat dari perunggu kemungkinan besar milik wanita berstatus tinggi di Zaman Perunggu," kata Johan Ling, profesor arkeologi di Universitas Gothenburg.

Arkeolog Swedia mengungkapkan bahwa mereka sangat jarang menemukan artefak semacam itu di hutan.

Seorang pria yang berjalan-jalan di hutan menemukan sampah yang aneh. Namun setelah diteliti, ia kaget akan idenitas benda-benda itu.

Seorang pria yang berjalan-jalan di hutan menemukan sampah yang aneh. Namun setelah diteliti, ia kaget akan idenitas benda-benda itu. (24H)

Pasalnya, suku-suku purba kerap mengubur sesaji semacam itu (kepada para dewa) di sungai atau rawa.

Tapi gudang barang antik yang baru ditemukan ini berada di lantai hutan, di samping bebatuan.

Diperkirakan bahwa hewan di hutan mengganggu tanah di daerah ini, menyebabkan banyak artefak terungkap.

Menurut Profesor Ling, artefak yang baru digali ini mudah membuat orang salah mengira bahwa mereka dibuang.

Untungnya, bagaimanapun, Tommy Karlsson meninjau dan memberi tahu pihak berwenang dengan saksama.

Jika tidak, mereka tidak akan mendapatkan penemuan arkeologi yang penting ini.

Ini adalah salah satu penemuan Zaman Perunggu terbesar di Swedia, Ling menekankan.

“Barang antik yang digunakan untuk kecantikan seperti kalung, gelang, dan gelang kaki. Namun, ada juga barang seperti peniti yang digunakan untuk menghias dan memperbaiki pakaian,” tambah Ling.

Hukum Swedia menyatakan bahwa siapa pun yang menemukan barang antik harus memberi tahu polisi atau pihak berwenang setempat, karena barang tersebut dianggap milik negara.

Dewan Warisan Nasional Swedia kemudian akan memutuskan apakah akan memberi penghargaan kepada penemunya atau tidak.

Dalam hal ini, Karlsson mengatakan bahwa bonus itu sangat menyenangkan, tetapi tidak terlalu penting baginya.

"Sangat menyenangkan menjelajahi sejarah. Kami hanya tahu sedikit tentang era itu karena tidak ada sumber tertulis," kata Karlsson.

Berita Terkait Lainnya

Sumber : TRIBUNMEDAN

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved