Kamis, 7 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

MUTIARA RAMADAN

Mutiara Ramadan - Teman dan Penghibur di Alam Kubur

Karena sering ketemu, Sufyan ats-Tsauri menjadi akrab dengan laki-laki tersebut, dan sering berkunjung ke rumah sang laki-laki.

Tayang:
Editor: Duanto AS
Tribun Jambi
Mutiara Ramadan - Teman dan Penghibur di Alam Kubur 

Saidina Usman El Quraisy
Wakil Ketua STAI Ahsanta Jambi/Wakil Sekretaris PW GP Ansor Provinsi Jambi

SETIAP kita akan melalui alam barzah, dengan cara dan di mana pun kita ditakdirkan menghadap Allah SWT. Oleh karena itu, bekal selama di alam barzah (kubur) perlu mendapat perhatian yang serius oleh orang mukmin yang bijaksana.

Sufyan ats-Tsauri pernah menuturkan, bahwa ia pernah tinggal di Makkah selama tiga tahun.

Selama itu pula ia hampir setiap hari menyaksikan seorang laki-laki yang rajin tawaf, sholat dan berzikir di Masjidil Haram.

Karena sering ketemu, Sufyan ats-Tsauri menjadi akrab dengan laki-laki tersebut, dan sering berkunjung ke rumah sang laki-laki.

Pada suatu ketika, laki-laki tersebut sakit parah, kemudian berpesan kepada Sufyan ats-Tsauri:

“Apabila aku mati, maka saya minta Anda yang memandikan, mengapankan, menguburkan saya, serta tidur di atas kuburan saya, karena saya tidak mau menghadapi dahsyatnya alam kubur sendirian,” demikian laki-laki tersebut meminta dengan wajah memelas.

Tak sampai hati menolak, Sufyan ats-Tsauri memenuhi semua pesan sahabatnya tersebut.

Dari memandikan hingga bermalam di atas kuburannya.

Pada malam pertama tidur di samping nisan sahabatnya itu, antara sadar dengan tidak, Sufyan ats-Tsauri mendengar sebuah suara yang berseru kepadanya:

“Wahai Sufyan, ia tidak memerlukan engkau sebagai penjaga, penuntun, dan penghibur. Sebab kamilah yang menghibur dan menuntunnya.”

Sufyan bertanya: “Dengan apa engkau menjaga dan menghibur sahabatku ini?”

Suara itu menjawab: ”Dengan puasa Ramadan dan puasa enam hari pada bulan Syawal yang senantiasa ia lakukan semasa hidupnya”.

Selanjutnya, Sufyan ats-Tsauri bangun untuk berwudu, kemudian melaksanakan sholat sunnah dan kembali tidur.

Dia kembali mendengar suara yang sama di dalam tidurnya, hingga tiga kali berturut-turut.

Sufyan kemudian berkesimpulan bahwa suara yang ia dengar di dalam tidurnya itu bukan dari setan, melainkan dari Malaikat Allah.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved