Breaking News:

Lawan Covid 19

Arus Mudik Tak Signifikan, Satu Armada Diminta Putar Balik

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mendirikan pos penyekatan di wilayah perbatasan Kabupaten Sarolangun Jambi dengan Muaratara

tribunjambi/rifani halim
Pos penyekatan di wilayah perbatasan antara Kabupaten Sarolangun Jambi dengan Muaratara Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mendirikan pos penyekatan di wilayah perbatasan Kabupaten Sarolangun Jambi dengan Muaratara Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Kapolres Sarolangun, AKBP Sugeng Wahyudiono mengatakan, sejauh ini arus mudik lebaran di kawasan Sarolangun tidak memiliki peningkatan yang begitu signifikan.

"Kalau dibilang peningkatan arus mudik, kita tidak melihat peningkatannya secara signifikan. Tapi kalau arus kendaraan pribadi mungkin iya," katanya, Sabtu (1/5/).

Ia menambahkan, jika dilihat dari jenis kendaraan umum yang lewat. Perhari bisa dua atau tiga bus yang melintas, begitupun dengan angkutan orang lainnya seperti travel.

"Kalau jenis kendaraan umum sehari mungkin dua atau tiga bis saja dan travel mungkin satu atau dua saja," jelasnya.

Selain itu, peningkatan jumlah kendaraan juga dapat dirasa apabila dibandingkan dengan hari-hari sebelum mendekati lebaran.

"Kalau jumlah pemudiknya, dia mudik atau tidak itu kita tidak bisa memastikan, karena pengetatan inikan sejatinya tidak melarang full. Tapi dari 6 sampai 17 itu memang orang-orang dilarang betul untuk melakukan perjalanan," katanya.

Untuk jumlah personel yang disiapkan, Polres Sarolangun telah menyiapkan sekitar 130-an anggota untuk melakukan penjagaan.

"Kalau perbatasan dengan kabupaten lain mungkin tidak sebanyak ini, mungkin 15 sampai 20 orang. Tapi karena ini adalah pos penyekatan batas maka kegiatannya akan lebih besar," ungkapnya.

Selama operasi penyekatan, personel juga telah mengarahkan satu mobil luar kembali ke daerah asal.

Karena saat penjaringan, pengendara tidak memiliki dokumen yang dibutuhkan serta saat di-rapid test menunjukkan hasil reaktif.

"Surat perjalanan kemudian hasil kesehatan tes reaktif," katanya.

Penulis: Rifani Halim
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved