Akhirnya Sosok Ini Ungkap Penyebab Tenggelamnya KRI Nanggala-402: Maaf Saya Ngomong Apa Adanya

seorang pakar kapal selam dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember menyebutkan ada dua kemungkinan penyebab tenggelamnya KRI Nanggala-402.

Editor: Teguh Suprayitno
Facebook/Puspen TNI
Kapal Selam KRI Nanggala-402. 

Akhirnya Sosok Ini Ungkap Penyebab Tenggelamnya KRI Nanggala-402: Maaf Saya Ngomong Apa Adanya

TRIBUNJAMBI.COM – Hingga saat ini penyebab tenggelamnya KRI Nanggala-402 masih jadi misteri yang belum terpecahkan.

Berbagai spekulasi muncul, menduga apa yang sebenarnya terjadi pada kapala selam andalan TNI AL itu.

Diketahui KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu (21/4/2021).

KRI Nanggala-402 diperkirakan hilang di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali, pada pukul 03.00 waktu setempat.

Baca juga: Ketakutan Usai Ejek KRI Nanggala di Facebook, Kakek Ini Malah Buat TNI AL Bingung Karena Ini

Berdasarkan situasi yang terjadi, seorang pakar kapal selam dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Wisnu Wardhana, menyebutkan ada dua kemungkinan penyebab tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402.

Menurutnya, tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 diakibatkan faktor usia hingga sabotase.

Ilustrasi kapal selam. Diduga KRI Nanggala-402 tenggalam di Palung 700 meter.
Ilustrasi kapal selam. Diduga KRI Nanggala-402 tenggalam di Palung 700 meter. (shutterstock.com)

“Saya curiga, maaf ya saya ngomong apa adanya, Kapal Nanggala itu adalah kapal yang didesain tahun 80an, jadi segala peralatan itu, perkiraan saya, masih menggunakan alat yang terbit di tahun 80an, teknologinya,” ujar Wisnu Wardhana dalam tayangan di KOMPAS TV, Kamis (22/4/2021).

“Jadi dia belum diperbaiki kondisinya sampai 2020 ini, makanya di sana kemungkinan kegagalan banyak terjadi. Kemungkinan kegagalan dari alat, kemungkinan dari medianya, dan juga kemungkinan dari hubungan dengan yang lain bagaimana,” tambahnya.

Menurut Wisnu, kejadian hilang kontak yang terjadi pada kapal selam KRI Nanggala-402 seharusnya bisa diperbaiki atau di-takedown sebelum kapal berlayar.

“Itu harus dipastikan dulu, bahwa hilang kontak dalam tanda petik tidak wajar ini harus sejauh mungkin dihindarkan,” ujarnya.

Wisnu lebih lanjut mengatakan, bahwa, dalam pandangannya, insiden di balik kejadian tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 bisa juga kemungkinan adanya sabotase.

Baca juga: Semua Pendatang di Papua Akan Dimusnahkan, KKB Papua Marah Karena Presiden Jokowi Bersikap Begini

Baca juga: Ganjar Pranowo Bakal Gandeng Jenderal Andika Perkasa di Pilpres 2024? Disebut Pasangan Ideal

“Ada kemungkinan, mungkin, mungkin loh ya, ada sabotase atau yang lain dari negara-negara tertentu. Saya tidak memungkiri kemungkinan itu. Karena itu teknologi tahun 80 bisa saja dimanipulasi untuk ditanggulangi dengan teknologi 2020,” ucapnya.

“Jadi, ketidakbagusan teknologi pada saat itu, itu sangat mungkin menjadikan dia blackout, atau jadikan dia miss komunikasi atau kita disabotase, sehingga kita tidak bisa menanggulangi itu,” lanjutnya.

Maka untuk menemukan kapal selam KR Nanggala-402, Wisnu menyarankan, sebaiknya menggunakan kapal selam kecil dengan kekuatan besar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved