Breaking News:

Smart Moms

Tanamkan Nilai Berbagi dan Bersyukur, Melipatgandakan Pahala saat Pandemi di Bulan Suci

Bulan Ramadhan 1442 hijriah tahun ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, dan situasi ini juga semakin membuat masyarakat mengerti

Tanamkan Nilai Berbagi dan Bersyukur, Melipatgandakan Pahala saat Pandemi di Bulan Suci
ISTIMEWA
Smart Mom, Sri Astuti bersama buah hatinya, Adlan Van Alsri (7) menjadikan momen Ramadan di tengah pandemi Covid-19 untuk mengajarkan pentingnya berbagi dan bersyukur.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bulan Ramadhan 1442 hijriah tahun ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, dan situasi ini juga semakin membuat masyarakat mengerti makna dari bulan suci Ramadan.

Ramadan bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus saja, tetapi lebih dari itu memiliki makna yang sangat mendalam, dan pada situasi ini juga masyarakat semakin mengerti apa arti memberi dan bersyukur.

Terlebih lagi selama pademi Covid-19 melanda dunia maupun Indonesia dan khususnya Jambi, membuat perekonomian menurun dan hingga kini belum stabil kembali.

Karena hal tersebut membuat banyak nya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dimana-mana, pengangguran dimana-mana dan membuat pentingnya berbagi.

Karena situasi ini juga membuat smart mom Sri Astuti (33), memberikan pengetahuan makna dari Ramadan dan pentingnya berbagi kepada anaknya Adlan Van Alsri (7).

"Menurut saya sangat penting sekali mengedukasi anak tentang makna Ramadan, dimana kita memberi tahu anak bahwa berpuasa adalah wajib dan juga merupakan rukun Islam, banyak keuntungan di Bulan Ramadan, semua amal ibadah yang kita lakukan juga dilipatgandakan, pintu-pintu surga di buka dan lain sebaginya," jelasnya.

Tidak hanya menceritakan apa itu Ramadan, berbagi di bulan Ramadan juga sesuatu yang menarik diceritakan kepada anak.

Terutama berbagi dimasa seperti saat ini, dimana bulan Ramadan masih di tengah pandemi Covid-19, dan banyak sekali masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Bagi yang tidak terdampak harus lebih bersyukur lagi, dan juga membantu tetangga, keluarga, teman siapa pun yang membutuhkan karena dampak dari pandemi tersebut.

"Tanamkan juga kepada anak seperti kita yang kurang terdampak pandemi Covid-19, sudah kewajiban kita membantu sesama, karena memang banyak sekali masyarakat lain yang terdampak," lanjutnya.

Untuk memberikan edukasi pada anak juga harus di waktu yang tepat, gunakan bahasa yang mudah dimengerti anak dan jangan menggunakan bahasa yang terlalu berat dan berbelit-belit.

"Gunakan bahasa yang mudah di mengerti sama anak, jangan berbelit-belit, bisa memulai pembicaraan sama anak sebelum mau tidur malam, buat lah seperti mendongeng, agar lebih menarik," tambahnya.

Meksipun hal ini terlihat sepele namun sangat berdampak kepada anak di kemudian hari. Tidak cukup jika hanya sekali atau dua kali, sebisa mungkin lakukan setiap hari agar anak menjadi pribadi yang lebih baik

"Mungkin terlihat sepele, tapi ini sangat berdampak terhadap tumbuh kembang anak, seperti apa dia merespon orang di sekitar, dan hal ini juga menambah kedekatan antara ibu dan anak," tutupnya.

Penulis: Ade Setyawati
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved