Rayuan Maut Dukun Mengaku Keturunan Kerajaan Majapahit Titisan Mbah Bondan Cabuli 4 Gadis Muda

Dengan rayuan mautnya, korban terperdaya hingga akhirnya menurut dengan perkataan pelaku yang juga mengaku titisan Mbah Bondan.

Editor: Rahimin
(KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN)
Kasus pencabulan dukun terhadap anak di bawah umur di Mapolres Kebumen, Jawa Tengah. Rayuan Maut Dukun Mengaku Keturunan Kerajaan Majapahit Titisan Mbah Bondan Cabuli 4 Gadis Muda 

Rayuan Maut Dukun Mengaku Keturunan Kerajaan Majapahit Titisan Mbah Bondan Cabuli 4 Gadis Muda

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang pria mengaku keturunan Kerajaan Majapahit bisa mentransfer ilmu ke gadis muda, agar memiliki prestasi di bidang olahraga.

Dengan rayuan mautnya, korban terperdaya hingga akhirnya menurut dengan perkataan pelaku yang juga mengaku titisan Mbah Bondan.

Pelaku berinisial MA (40) yang mengaku keturunan dari Kerajaan Majapahit ditangkap pihak kepolisian.

MA ditangkap berkar laporan keluarga korban karena melakukan pencabulan anak di bawah umur.

Warga Desa Kedalemankulon, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah ini merayu korbannya dengan mengaku bisa mentransfer ilmu hikmah yang didapatkan dari Kerajaan Majapahit.

Dikatakan Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Afiditya, dukun berinisial MA (40) ini memperdaya korban dengan iming-iming agar memiliki prestasi dalam bidang olahraga.

"Sampai saat ini baru empat korban yang sudah melaporkan. Mereka yang melaporkan adalah gadis yang masih di bawah umur," katanya, Minggu (2/5/2021).

Usai Hadiri Pernikahan di Perkebunan Kelapa Sawit 54 Orang Positif Covid-19, 3 Orang Meninggal Dunia

Baca juga: Mengaku Keturunan Kerajaan Majapahit dan Bisa Transfer Ilmu, Dukun Cabul Berhasil Tipu 4 Gadis Muda

Melihat Desa Purba di Jember, Ratusan Batu Megalitikum Tersebar di Berbagai Sudut Desa

Menurut AKP Afiditya,untuk meyakinkan korban, tersangka mengaku titisan Mbah Bondan dan merupakan keturunan dari Kerajaan Majapahit.

"Tersangka melakukan perbuatan tak pantasnya tersebut sejak 2017 lalu di dalam kamar rumahnya," ujar Afiditya.

Kepada para korban yang seluruhnya warga Kebumen, tersangka mengaku ilmu hikmah. itulah kenapa korban percaya saja diperlakukan demikian oleh pelaku.

Lantaran tak tahan dengan perlakuan cabul tersangka, seorang korban akhirnya bercerita kepada keluarganya. Selanjutnya melaporkan ke Satreskrim Polres Kebumen.

"Kepada polisi, tersangka kekeuh adalah titisan Mbah Bondan yang memiliki 11 Istri yang mempunyai gelar dewi," kata Afiditya.

Ketika pelaku melakukan ritual pengobatan ataupun pengisian kekuatan, korban yang masih gadis itu dijuluki dewi dan dianggap sebagai istrinya oleh tersangka.

Tersangka dijerat dengan Pasal 82 (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun serta denda paling banyak Rp 5 miliar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved