Liputan Khusus
Arwana Silver dan 11 Spesies Ikan di Sungai Batanghari Terancam Punah
Tedjo Sukmono menyatakan setidaknya ada 12 spesies ikan di Sungai Batanghari yang masuk dalam kategori mengkhawatirkan.
Penulis: Monang Widyoko | Editor: Deddy Rachmawan
Tedjo Sukmono menyatakan setidaknya ada 12 spesies ikan di Sungai Batanghari yang masuk dalam kategori mengkhawatirkan.
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Kondisi Sungai Batanghari membuat kelangsungan hidup sejumlah ikan di sana terancam. Beberapa di antaranya bahkan nyaris punah.
Satu di antaranya adalah ikan arwana silver.
Peneliti biologi dan akademisi Universitas Jambi (Unja), Tedjo Sukmono menyatakan setidaknya ada 12 spesies ikan di Sungai Batanghari yang masuk dalam kategori mengkhawatirkan.
Ia membagi dalam tiga status yakni; terancam punah (endangered), hampir terancam (near threatened) dan risiko rendah (least concern).
Tiga spesies ikan yang terancam punah adalah arwana silver, putak dan belida. Adapun yang bersatus hampir terancam ada ikan perang bengkok, lais kacadan dan sepat mutiara.
"Kemudian jenis ikan kerapu rawa, tilan, flying fox, botia masuk dalam risiko rendah (least concern). Terakhir, radiangus dan gurami coklat sudah sulit ditemukan, dan mereka masuk dalam status belum dievaluasi (not evaluate)," terang Tedjo kepada Tribun, kemarin.
Ia menilai ikan-ikan tersebut terancam setidaknya karena dua faktor.
"Kelangkaan ini, pertama mungkin karena nilai ekonomis tinggi, sehingga marak diburu. Kedua juga karena habitatnya sedang terancam," katanya, Minggu (2/5).
Sungai sepanjang sekitar 800 kilometer itu, kata Tedjo, merupakan habitat bagi aneka ragam ikan air tawar. Hasil penelitian menunjukan ada sekitar 320 spesies ikan hidup di Sungai Batanghari.
Namun, kelangsungan habitat ikan tersebut kian mengkhawatirkan seiring kian memprihatinkannya kondisi Sungai Batanghari akibat beragam aktivitas.
Kata Tedjo, aktivitas penambangan membuat sungai tercemar atau memiliki kandungan berbahaya bagi ikan.
Sementara luasan hutan yang terus berkurang membuat penyempitan dan pendangkalan Sungai Batanghari.
Pengamatan secara keilmuan oleh Tedjo terhadap keberadaan ikan-ikan tersebut diamini oleh Datok Rafi'i.
Rafi’I merupakan seorang tokoh adat di Desa Rukam, Kabupaten Muarojambi. Dulu desa itu menurutnya merupakan kampungnya nelayan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/kondisi-sungai-batanghari-kamis-1832021-di-kawasan-ancol-kota-jambi.jpg)