Breaking News:

Ramadhan 2021

Kenali Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar, Malam yang Paling Mulia

Berikut ini keistimewaan malam Lailatul Qadar yang dibagikan oleh Ustaz Abdul Somad melalui kanal YouTube religiOne.

YouTube
Ramadhan 2021 

"Qadar berarti mulia, maka kata malam (lail) disandingkan dengan qadar menjadi lailatul qadar berarti malam yang penuh dengan kemuliaan," jelasnya.

Mengapa dia mulia?

"Karena suatu siang sepanjang tahun ada satu siang yang paling mulia ialah pada tanggal 1 Dzulhijjah yang disebut dengan hari Arafah, malaikat paling banyak turun pada siang tersebut, saudara kita sedang di wukuf Padang Arafah bermunajat dan berdoa kepada Allah," jelas Ustaz Abdul Somad.

Bagaimana dengan malam?

Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar

Malam yang paling mulia adalah Malam Lailatul Qadar.

Malam Qadar juga disebut sempit, karena seandainya malaikat itu dalam bentuk fisik misalnya batu atau kayu maka pastilah dunia akan sempit.

Karena kalau batu ditumpuk menjadi padat dan sempit.

"Alhamdulillah malaikat itu bukan dalam bentuk fisik yakni batu dan kayu, tapi malaikat itu dalam bentuk cahaya, maka cahaya tidak mengambil tempat," terangnya.

"Akan tetapi cahayanya berefek pada waktu pagi, ciri malam lailatul qadar paginya matahari redup kenapa? Karena kalah cahaya matahari saking banyaknya cahaya malaikat dan berakhir saat maialkat naik menghadap Allah Subhanahuwata'ala sampai terbitnya fajar," jelasnya.

Malam Qadar juga disebut dengan malam takdir.

Malam segala sesuatu kami ciptakan dengan takdir.

Allah berfirman dalam Alquran surat Al-Qamar ayat 49,

اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ

innaa kulla syai`in kholaqnaahu biqodar

"Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran."

(QS. Al-Qamar 54: Ayat 49)

"Malam Qadar, malam itu ditetapkan segala takdir, takdir secara global sudah ditetapkan di Lauhul Mahfudz, tapi ada takdir tahunan yang ditetapkan pada malam Lailatul Qadar," terang Ustaz Abdul Somad.

"Oleh sebab itu kata Nabi carilah Lailatul Qadar di 10 malam terakhir Ramadan dengan memperbanyak ibadah, Nabi kalo sudah di malam-malam terakhir dia bangunkan keluarga, anaknya, istrinya mari beribadah," lanjutnya.

"Dia kuatkan ikat pinggang, maknanya yakni mempersedikit dunia, menjauhi perbuatan yang sebetulnya boleh atau halal, tapi demi mencari ridho Allah Subhanahuwata'ala," tambahnya.

"Mungkin Ramadan tahun depan tetap ada, Malam Lailatul Qadar juga ada sampai hari kiamat, Ahlussunnah waljama'ah meyakini itu, tapi yang menjadi pertanyaan apakah masih ada kita di malam itu?," tutup Ustaz Abdul Somad.

Berita Terkait Lainnya

Sumber : SRIPOKU

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved