Breaking News:

WAWANCARA EKSKLUSIF Klaster Keluarga di Payo Selincah 'Saya Isolasi Keluarga Jangan Ada yang Keluar'

ebanyak 27 orang dari satu keluarga di Kelurahan Payo Selincah, Kecamatan Paal Merah, Jambi terkonfirmasi positif Covid-19. Angkat tersebut...

tribunjambi/rara khushshoh
Edukasi Pengolahan Limbah Medis pada Klaster Covid-19 Keluarga Besar, Pasien olah Limbah Sebelum Dibuang 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebanyak 27 orang dari satu keluarga di Kelurahan Payo Selincah, Kecamatan Paal Merah, Jambi terkonfirmasi positif Covid-19. Angkat tersebut membuat Tim Satgas Covid-19 Kota Jambi langsung menetapkan kawasan tersebut sebagai zona merah.

Tribun Jambi berkesempatan melakukan wawancara bersama M Ali AR, satu di antara anggota keluarga yang berjuang menangani pasien dari klaster keluarga. Bersama dr Tini selaku Kepala Puskesmas Payo Selincah dan Dr M Jaelani selaku Ketua Tim Relaksasi Satgas Covid-19 Kota Jambi, berikut petikan wawancaranya.

Tribun: Bapak adalah bagian dari keluarga besar yang terkonfirmasi Covid-19. Bagaimana tanggapan Bapak saat mengetahui adanya anggota keluarga yang terkonfirmasi positif?

Ali: Covid-19 ini bukan aib, tapi ini wabah. Artinya ini adalah tanggung jawab kita bersama. Saya mewakili keluarga terpapar, sangat prihatin terhadap musibah ini. Yang namanya musibah, kita tidak bisa menolaknya. Intinya, kami keluarga besar berterima kasih kepada stakeholder terkait. Kami mendapat support, bantuan. Mudah-mudahan ini sebagai amal jariah.

Tribun: Bagaimana kronologi yang Bapak ketahui, sebelum akhirnya 28 anggota keluarga dinyatakan positif Covid-19?

Ali: Untuk kronologi kejadian ini bermula dari acara punggahan keluarga waktu menyambut bulan puasa. Ternyata esok harinya ada anggota keluarga yang sesak, demam. Saat dibawa ke rumah sakit, ternyata positif terpapar Covid-19. Setelah kegiatan itu kami beramai-ramai ke laboratorium di Telanaipura, di Labkesda Provinsi Jambi. Ternyata hasil dari PCR, kurang lebih 15 orang terpapar, 3 negatif.
Bermula dari 15 orang, ada beberapa anggota keluarga yang ikut PCR, timbul menjadi 21. Setelahnya ada beberapa anggota keluarga lagi, yang hasil rapid antigennya positif namun dia masih satu rumah dengan yang terpapar. Makanya, menyusullah yang terpapar lagi 7 orang. Jadi total 28 anggota yang terpapar.

Tribun: Berapa orang yang ikut punggahan waktu itu?
Ali: Kami dari klaster keluarga ini merupakan keluarga besar. Totalnya ada 51 orang. Yang mengadakan punggahan ini bagian dari keluarga besar kami, tapi kami tidak mengundang orang, hanya mengirim doa kepada orang tua, khusus keluarga kami. Tidak mengundang pihak lain. Makanya yang terpapar masih seputar keluarga saja.

Tribun: Di acara itu, apa ada kontak fisik?
Ali: Tradisi keluarga itu sudah biasa setiap tahun, bahwa acara menyambut bulan suci Ramadan kita sesama keluarga saling memaafkan. Ada sebagian yang pakai protokol kesehatan, ada yang enggak. Saat itu kan, namanya keluarga, ada saling bersentuhan, saling berpelukan. Tapi saya pastikan tidak ada mengundang dari orang luar. Itu internal keluarga kita saja.

Tribun: Apa yang berkumpul di sana ada yang mengeluh sakit atau riwayat mobilitas dari luar daerah?

Selengkapnya di koran Tribun Jambi

Baca juga: Tanda Tangan 3 Ketua DPC Partai Demokrat Pro AHY Diduga Dipalsukan, Kuasa Hukum Kubu KLB Dilaporkan

Baca juga: Anak Usia 4 Tahun Jadi Pelampiasan Sakit Hati Tetangga Terhadap Orangtuanya

Baca juga: Jadwal MotoGP Spanyol Pekan Ini Live Streaming Trans7, Fabio Quartararo Punya Peluang Besar Menang

Penulis: Mareza Sutan AJ
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved