Rabu, 6 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Kasih Tuhan Selalu Baru

Bacaan ayat: Ratapan 3:22-23 (TB) - "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Kasih Tuhan Selalu Baru

Bacaan ayat: Ratapan 3:22-23 (TB) - "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!".

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Kata orang, kehidupan itu seperti perputaran roda pedati.

Perputaran roda telah memposisikan bagian tertentu dari roda berada pada tempat khusus ketika disandingkan dengan posisi bagian yang lain.

Kadang berada diatas, ketika kehidupan dinilai nyaman, aman dan tentram.

Suatu saat berada dibawah, saat hidup terasa berada dalam tekanan.

Persoalan demi persoalan hadir, penemuan solusi seakan berhadapan dengan gelapnya kabut.

Seseorang hanya mampu bertahan, minimal ia tidak hancur meskipun harus terseok-seok dalam perjalanannya.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Selalu Ada Harapan di dalam Tuhan

Ketika berada disamping, seakan memposisikan seseorang berada dalam keraguan atas banyak hal.

Banyak keputusan yang harus diambil, namun belum satu keputusan pun dilakukan.

Ini menjadi gambaran paling sederhana dan mudah dipahami tentang kehidupan.

Namun ada sebuah sisi yang terabaikan.

Sadarkah, bahwa ketika merasa berada diatas, pada saat yang sama sedang ada orang lain yang berada dibawah? Atau sebaliknya?

Bukankah fakta itu sebenarnya membawa kita pada pola pikir yang lebih luas dan komprehensif, agar tidak hanya berfokus pada kehidupan diri sendiri?

Lalu, bagaimana dengan kasih Tuhan?

Apakah ada hubungannya dengan perputaran roda pedati kehidupan kita?

Semua orang bisa setuju dengan pernyataan bahwa Tuhan terlibat didalamnya.

Bukankah Dia penciptaan langit dan bumi? Bisa dipastikan, Dia turut andil dan ambil bagian dalam segala proses perjalanan kehidupan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Membangun Kehidupan Jemaat

Tanpa kuasa-Nya, bagaimana kehidupan mungkin bisa berjalan?

Jika dikaitkan dengan roda pedati kehidupan, apakah kasih dan karya-Nya juga mengalami pasang surut?

Kasih-Nya besar saat bagian tertentu berada diatas, dan menyurut ketika berada dibawah?

Apakah demikian?

Yeremia, penulis kitab Ratapan, berhadapan dengan kenyataan pahit bahwa Yerusalem dihancurkan oleh musuh.

Kehancuran Yerusalem bukan melulu berbicara kehancuran sebuah kota, namun kehancuran sebuah bangsa.

Umat pilihan Allah, yang mempunyai kota megah tempat kediaman Allah yaitu Yerusalem, harus berhadapan dengan kenyataan pahit.

Yerusalem dihancurkan. Ini menjadi tanda kehancuran sebuah bangsa, akhir perjalanan sebuah bangsa dan awal kehidupan sebuah bangsa yang terbuang.

Dari sudut pandang kaca mata bangsa lain, Allah bangsa Israel dinilai tidak lagi sanggup memberikan perlindungan.

Tuhan yang Mahakuasa akhirnya dapat dikalahkan dan ditundukkan.

Benarkah demikian?

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Taat di dalam Tuhan

Dari sudut pandang kacamata Israel sendiri, kehancuran itu merupakan hukuman Tuhan. Mereka telah hidup tidak berkenan kepada Tuhan.

Mereka tidak lagi taat kepada Tuhan. Kehidupan mereka tidak lagi bisa dijadikan sebagai ciri sebagai umat kepunyaan Allah.

Kali ini Israel berada dibawah dalam putaran roda pedati kehidupan.

Mereka tertindas, tertekan, dihukum, dan rasanya sulit untuk menemukan jalan keluar, apalagi untuk dibebaskan.

Lalu bagaimana dengan kasih Tuhan? Apakah murka Tuhan menjadi pertanda undurnya Tuhan atas umat? Atau mengecilnya kasih Allah kepada umat?

Ajaib, jika Yeremia dalam karya Roh, mendapatkan inspirasi jitu bahwa kasih Tuhan tidak pernah berubah. Kasih Tuhan itu baru setiap hari dan setiap pagi.

Keadaan apapun tidak boleh dijadikan standar bahwa kasih Tuhan mengalami pasang surut.

Perhatikan formulasi kalimat nya: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

Kasih Tuhan itu tidak berkesudahan, artinya kasih Tuhan itu tidak pernah berhenti, meskipun roda pedati kehidupan menempatkan diri seseorang pada posisi paling bawah.

Kasih Tuhan itu baru setiap hari, setiap pagi.

Tuhan tidak pernah meninggalkan.

Manusia meninggalkan Tuhan, mungkin! Meskipun dalam prakteknya tidak ada tempat yang bisa menjadi tempat persembunyian.

Tuhan itu setia. Seseorang bisa marah kepada Tuhan, protes habis-habisan, namun Dia tetap setia mengasihi.

Dia menunggu kita dengan sabar sampai akhir nya manusia sadar dan kembali berbalik kepada-Nya.

Kehidupan bisa saja seperti roda pedati, berputar. Namun kasih Tuhan itu abadi.

Apapun yang sedang kita hadapai hari ini, percayalah dan teruslah percaya bahwa Tuhan terus mengasihi dengan setia. Jangan pernah meragukan kasih Tuhan.

Dia sangat mengasihimu. Kadang hanya perlu duduk diam, untuk kembali menemukan kasih Tuhan. Amin.

Bacaan Lain Renungan Kristen

Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved