Minta Uang Pernikahan Rp 1 Miliar, Pria Minta Putus Karena Tak Sanggup Tapi Wanita Tak Mau Diputus
Mereka ingin pria itu membawa hadiah pernikahan sebesar 480.000 Yuan atau lebih dari Rp 1 miliar untuk menyetujui pernikahan itu berlangsung.
TRIBUNJAMBI.COM - Melansir dari Eva.vn, Jumat (23/4/2021), sebuah insiden terjadi di sebuah lorong pejalan kaki di Kota Nghi Tan, Provinsi Sichuan, China.
Penjaga keamanan yang sedang berpatroli tiba-tiba melihat pasangan muda yang bertengkar di tempat itu.
Melihat itu, penjaga berhenti untuk mendengarkan apa yang terjadi dan berniat untuk menghalani pertengkaran lebih besar lagi.
Setelah mendengar situasinya dari belakang, si penjaga hanya mampu menggelengkan kepalanya.
Gadis ini memohon kepada pacarnya untuk tidak putus lantaran uang pernikahan yang minta keluarganya terlalu besar. (eva.vn
Baca juga: Puasa Mendidik Ikhlas dalam Beribadah
Baca juga: Antisipasi Kriminalitas Meningkat di Muarojambi, Polisi Tingkatkan Patroli Rutin di Wilayah Rawan
Baca juga: Vokalis Band Repvblik Tertangkap Kamera Jualan Es Degan: yang Penting Halal dan Berkah
Diketahui bahwa pasangan ini telah mengenal dan mencintai satu sama lain selama delapan tahun, bukan waktu yang singkat.
Kedua belah pihak juga mempertimbangkan untuk menikah.
Ketika pria itu datang ke rumah sang gadis untuk melamar, orangtua dan keluarga gadis itu memberikan tantangan yang terlalu sulit.
Mereka ingin pria itu membawa hadiah pernikahan sebesar 480.000 Yuan atau lebih dari Rp 1 miliar untuk menyetujui pernikahan itu berlangsung.
Pemuda itu berkata bahwa jumlah ini terlalu besar untuk dia dan keluarganya karena mereka sama-sama tidak kaya.
Bahkan jika pria itu mengumpulkan semua tabungannya, dia hanya bisa mendapatkan sebagian saja.
Setelah dipikirkan kembali, pria tidak bisa berbuat apa-apa. Sehingga dia memutuskan lebih baik putus.
Dia berharap pacarnya bisa menemukan pria lain yang lebih baik.
Setelah mendengar kata-kata putus kekasihnya, gadis itu sangat patah hati dan tertekan. Dia segera berlari ke arahnya untuk memohon, sehingga membuat keributan di lorong pejalan kaki tersebut.
Di hadapan banyak orang yang lewat, gadis itu berlutut dan menangis. Dia meminta pacarnya untuk memikirkannya kembali.
“Cinta kita selama 8 tahun, bisa kau membuangnya begitu saja?” kata gadis itu.
Mendengar itu, pria tersebut juga merasakan sakit, karena dia tidak mau membuat kekasihnya marah, dia tetap bersikeras ingin putus dan menepis tangan kekasihnya itu.
Gadis itu berusaha memegang erat tangan pacarnya, menangis dan memohon kepada pacarnya.
Sementara itu, pria tersebut membantu kekasihnya untuk berjalan. Meskipun dia tidak mengatakan apa-apa, tapi air matanya mengalir di wajah.
Tidak jelas bagaimana cerita ini akan berakhir, tetapi dengan cepat menarik perhatian dan komentar beragam dari komunitas online China.
“Tidak ada yang bisa disalahkan. Uang bukanlah segalanya, tetapi tidak ada yang bisa dilakukan tanpa uang.”
“Baik gadis itu atau laki-laki itu tidak ada yang salah, mereka berdua sangat mencintai satu sama lain dan tahu bagaimana memikirkan satu sama lain. Soal siapa yang tanggung jawab, salahkan saja orangtua sia gadis karena terlalu rakus.”
“Mengapa orangtua gadis itu tidak memgurangi jumlah uang pernikahannya? Selama delapan tahun kebahagiaan pria itu dan wanita itu hanya berubah karena uang. Menikahkan seorang putri bukan seperti menjual barang.”
Sumber : TRIBUNMEDAN