Breaking News:

PN Jambi Kabulkan Gugatan Universal Support Soal Wanprestasi Tambang Batu Bara

Pengadilan Negeri (PN) Jambi mengabulkan gugatan PT Universal Support atas wanprestasi dua perusahaan tambang

Istimewa
Presiden Direktur PT Universal Support (US)- Nadarajah CT N Nagappa bersama Yusuf Badri - Executive Manager PT. US/PT. PUS. 

JAMBI, TRIBUN - Pengadilan Negeri (PN) Jambi mengabulkan gugatan PT Universal Support atas wanprestasi dua perusahaan tambang batu bara, PT Bumi Bara Makmur Mandiri dan PT Kurnia Alam Investama. Putusan tersebut dibacakan oleh pengadilan atas perkara yang tercatat dengan nomor 119/Pdt.G/2020/Pn.Jmb, pada Rabu (22/4).

Dalam putusan disebutkan, Universal Support berhak menjadi kontraktor eksklusif di tambang milik Bumi Bara dan Kurnia Alam yang terletak di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Sedangkan eksepsi dari Bumi Bara dan Kurnia Alam, sepenuhnya ditolak oleh pengadilan, dan dikenai sanksi ganti rugi total sebesar Rp 6,3 miliar.

“Menyatakan Penggungat I adalah pihak tunggal dan eksklusif dalam melakukan kegiatan penyediaan jasa pertambangan dalam lokasi IUP OP Para Tergugat, termasuk dalam lokasi IUP OP Turut Tergugat II sampai dengan Turut Tergugat IV,” demikian bunyi putusan tersebut.

Sebelumnya, Universal Support dengan afiliasinya PT Pelabuhan Universal Sumatera menyepakati kontrak jasa pertambangan batu bara dengan Bumi Bara Makmur dan Kurnia Alam beserta tiga anak usahanya pada tahun 2018. Kesepakatan itu diteken dengan durasi kontrak selama 10 tahun.

Namun baru berjalan dua tahun, tepatnya pada Maret 2020, Bumi Bara Makmur dan Kurnia Alam memutus hubungan kerja dengan Universal Support dan Pelabuhan Universal secara sepihak. Sekaligus menggandeng kontraktor lain untuk pengerjaan jasa pertambangan.

“Pengadilan sudah memutuskan bahwa perjanjian jasa pertambangan dan pembelian batu bara yang sudah diseakati, adalah sah dan berharga, termasuk setiap amandemennya dengan seluruh lampirannya yang menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Itu artinya kami semestinya sudah bisa kembali bekerja seperti semula,” tutur Presiden Direktur Universal Support, Nadarajah saat konferensi pers, Kamis (22/4).

Menurutnya, telah terjadi berbagai kegiatan menyimpang yang dilakukan oleh pemilik tambang Bumi Bara dan Kurnia Alam. Bahkan Kepala Teknik Tambang (KTT) yang tadinya bekerja di Kurnia Alam, Henky Setiawan sempat melapor kepada Inspektur Tambang Kementerian ESDM yang bertugas di Jambi.

Ia melaporkan bahwa penambangan Kurnia Alam berjalan tanpa komando dari KTT. Padahal menurut kaidah pertambangan yang baik dan benar atau good mining practices, segala kegiatan yang menyangkut teknis penambangan harus di bawah tanggung jawab KTT.

Nahasnya, sikap Henky yang melaporkan penyimpangan itu, justru membuatnya dipecat dari Kurnia Alam.

Hal serupa juga dialami oleh KTT Bumi Bara, Andi Wilyantoro. Setelah melihat kejanggalan sikap dari pemilik konsesi dengan melakukan kegiatan pertambangan yang tidak sesuai koridor, ia melapor ke Dinas ESDM. Langkah tersebut juga membuat Andi mengalami PHK sepihak dari Bumi Bara.

Halaman
123
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved