Minggu, 26 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

30 Tentara Ukraina Tewas Oleh Sniper Rusia, Menlu Ukraina: Kami Menderita Sangat Banyak

Pecah perang antara Rusia dengan Ukraina telah dimulai di Donbass, wilayah perbatasan kedua negara.

Editor: Heri Prihartono
Kolase Business Insider
Rusia Vs Ukraina, Menang Siapa? 

TRIBUNJAMBI.COM - Pecah perang antara Rusia dengan Ukraina telah dimulai di Donbass, wilayah perbatasan kedua negara.

Akhibanya 30 tentara Ukraina dilaporkan tewas dalam peperangan senyap dengan Sniper Rusia.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba pada Selasa (20/4/2021) menyebutkan dari 30 tentara yang tewas di perbatasan Rusia, mayoritas ditembaki oleh sniper.

Kuleba menyampaikan hal tersebut dalam konferensi virtual dengan sekitar 100 jurnalis dari 30 negara lebih.

"Situasi sekarang tentara Ukraina diperintahkan untuk tidak bereaksi atas segala provokasi di garis depan," ujar Kuleba saat menjawab pertanyaan dari Kompas.com tentang situasi terkini di Donbass.

"Sayangnya, pihak yang lain melakukan segala cara untuk memprovokasi mereka."

"Salah satu buktinya, sekitar 30 tentara yang tewas sejak Januari 2021 banyak yang terbunuh oleh sniper."

"Sniper jelas ditujukan untuk membunuh orang. Kami menderita sangat banyak dari tembakan sniper, begitu pun dengan masyarakat kami," kata Kuleba.

Menlu Ukraina menyebut Rusia terus menambah pasukan militernya di perbatasan dengan Ukraina.

"Selama berminggu-minggu tentara Rusia terus berdatangan di wilayah dekat perbatasan kami di timur laut, timur, dan selatan."

"Dalam sekitar seminggu kombinasi tentaranya mencapai 100.000. Ini bukan berarti mereka akan berhenti membangun kekuatan di angka itu."

"(Pasukan) itu tidak hanya tentara, tapi juga penerjun payung, sistem elektronik yang dapat menghambat komunikas di area Ukraina, rudal balistik, dan pertanda lain yang memungkinkan penyerangan."

Amerika Serikat menyebutkan mobilisasi pasukan Rusia di perbatasan Ukraina adalah yang terbesar sejak 2014.

Juru bicara Pentagon John Kirby menjelaskan itu penempatan pasukan itu merupakan kabar yang paling mengkhawatirkan.

"Ini adalah mobilisasi terbesar sejak 2014, yang menghasilkan pelanggaran kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina," kata Kirby.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved