Breaking News:

Berita Merangin

Zakat Fitrah di Merangin Telah Ditetapkan, Segini Besarannya

"Kalau ingin membayar zakat fitran senilai harga beras 2,5 kg, kami imbau membeli beras di pasar 2,5 kg dan dijadikan zakat fitrah. Karena kalau kita

Tokopedia.com
Ilustrasi Zakat Fitrah 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pemerintah Kabupaten Merangin, bersama Kantor Kementerian Agama, MUI dan BAZNAS Merangin telah menetapkan besaran atau nominal zakat fitrah di Merangin.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merangin, Marwab Hasan menyebutkan penetapan besaran zakat fitrah merupakan hasil musyawarah bersama.

Besarannya itu hasil kesepakatan bersama Pemerintah Daerah, Kemenag, MUI, BAZNAS, Pengurus NU dan Pengurus Muahamadiyah Merangin pada 14 April lalu.

Marwan Hasan menjelaskan bahwa "zakat fitrah yang wajib dikeluarkan berupa makanan pokok (beras) sesuai jenis beras yang biasa dikonsumsi sehari-hari 2,5 kilogram per jiwa,".

Atau yang akan mengeluarkan zakat fitrah dengan uang maka harus mengikuti ketentuan Mazhab Imam Hanafi dengan takaran 3,8 kg, jika dinilai dengan uang harga beras paling tinggi saat ini 3,8 x 13.000 sama dengan Rp 49,400. Harga beras menegah 3,8 x 11.000 sama dengan Rp 41.800. Sedangkan paling bawah 3,8 x 10.000 sama dengan Rp 38.000.

"Besaran zakat fitrah menurut pendapat imam Syafi'i dan menurut Mazhaf Hanafi itu beda, menurut imam Syafi'i itu 1 sha' 2,57 Kg sementara menurut imam Hanafi 1 sha' 3,8 Kg," ujarnya, Senin (19/4/2021).

"Menurut kitab Al-Fiqh Al-Manhaji, jus 1 halaman 548, 1 sha' adalah 2,4 Kg. Menurut pendapat ulama Indonesia pada umumnya, berat 1 sha' dibakukan 2,5 kg, ini untuk mencari angka tengah-tengah antara pendapat yang menyatakan 1 sha' 2,75 kg dengan 1 sha' sama dengan dibawah 2,4 Kg," jelas Marwan.

Kemudian menurut Imam Syafi'i, Iman Maliki dan Imam Hambali bahwa membayar zakat fitrah dengan uang tidak dibolehkan artinya harus dengan makanan pokok (beras). Sementara pendapat Imam Hanafi memperbolehkan membayar zakat fitrah dengan uang senilai bahan makanan pokok 1 sha' sama dengan 3,8 kg.

Marwan Hasan menyebutkan banyak pemahaman masyarakat bayar zakat fitrah dengan uang dikalikan dengan 2,5 kg beras. Atau masyarakat hanya melihat jumlah nominalnya saja, tapi tidak mengetahui ketentuan atau pendapat siapa.

"Kalau ingin membayar zakat fitran senilai harga beras 2,5 kg, kami imbau membeli beras di pasar 2,5 kg dan dijadikan zakat fitrah. Karena kalau kita beribadah itu tidak boleh mencampur adukkan beberapa mashab atau pendapat dalam satu bentuk ibadah, contoh zakat fitrah kalau ikut imam Syafi'i, imam Maliki dan imam Hambali harus berzakat dengan makanan pokok (beras) atau kalau mau zakat uang harus mengikuti imam Hanafi, banyaknya beras menurut imam Hanafi itu 3,8 kg," sebut Marwan Hasan.

Dia juga mengatakan penetapan besaran atau nominal zakat fitrah tahun ini lebih cepat dibandingkan bulan Ramadhan sebelumnya. Itu bertujuan agar masyarakat membayar zakat fitrah bisa lebih cepat.

"Membayar zakat fitrah itu boleh sejak awal Ramadhan sampai sebelum sholat eid. Kalau waktu itu atau setelah sholat eid dianggap sebagai sedekah seperti sedekah-sedekah biasanya," tandasnya.

Baca juga: Penumpang Bandara Sultan Thaha Jambi Sambut Baik Penerapan GeNose C19

Baca juga: Selain Cabai, Harga Daging Ayam dan Ikan Segar di Muarojambi Juga Turun Sepekan Ramadhan

Baca juga: 120 Knalpot Brong Dimusnahkan Polres Sarolangun

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved