Situasi Mengerikan Kim Jong Un Perintahkan Rudal Korut Siap Tempur, Begini Reaksi Amerika Serikat
Negara Korea Utara di bawah kepemimpinan Kim Jong-un dikabarkan meningkatkan program nuklir.
TRIBUNJAMBI.COM - Negara Korea Utara di bawah kepemimpinan Kim Jong-un dikabarkan meningkatkan program nuklir.
Bahkan Kim Jong Un dikabarkan telah memerintahkan militer untuk memastikan misilnya siap tempur.
Bahkan sejumlah pejabat militer telah diberitahu bahwa mereka harus siap kapanpun menunggu perintah tertinggi Kim Jong Un "kapan saja", papar seorang sumber.
Perintah itu dikeluarkan minggu ini dan pasukan militer telah disiagakan, sebelum Korea Utara merayakan ulang tahun pendirinya Kim Il-Sung, di sebuah acara yang dikenal sebagai Festival Matahari.
Satu sumber yang dekat dengan rezim Kim Jong Un mengklaim bahwa perintah semacam itu adalah hal tidak biasa terjadi selama pekan festival, lapor The Sun.
Laporan menunjukkan uji coba rudal balistik jarak pendek lainnya dapat dilakukan dalam beberapa minggu mendatang.
Hal ini setelah gambar satelit, yang diterbitkan oleh 38 North, mengungkapkan tongkang uji coba rudal yang baru saja dimodifikasi telah kembali ke galangan kapal di pusat militer utama minggu ini.
Tembakan jarak pendek juga telah ditembakkan ke Laut Jepang dan Laut Kuning selama uji senjata pada Maret, untuk pertama kalinya setelah Presiden AS Joe Biden menjabat.
Dewan Keamanan PBB telah melarang Korea Utara untuk menguji senjata ampuh ini, tetapi Korea Utara telah mengabaikan perintah itu pada banyak kesempatan.
Hal yang mengkhawatirkan adalah terkait dengan kemajuan teknologi militer Korea Utara dan para ahli yakin negara itu meningkatkan program nuklirnya.
Pasalnya menurut laporan mengkhawatirkan yang diterbitkan oleh sebuah wadah pemikir Korea, yang disebut Asan Institute for Policy Studies, menyatakan Korea Utara dapat memiliki 200 senjata nuklir dan beberapa lusin rudal balistik antarbenua pada tahun 2027.
Laporan itu bahkan menyebut Amerika Serikat dan Korea Selatan "tidak siap" untuk menghadapi "ancaman senjata nuklir Korea Utara yang berkembang".
Laporan itu juga menyatakan upaya mereka untuk menghentikan Korea Utara memperluas persenjataan nuklirnya, melalui serangkaian negosiasi dianggap telah gagal.
Korea Utara tampaknya membangun kekuatan senjata nuklir yang mampu memungkinkan dominasi semenanjung.
Hal ini jadi peringatan buat AS dan Korea Selatan untuk perlu mengembangkan pertahanan dalam upaya pencegahan.
Pada bulan Januari, Korea Utara mengungkapkan bahwa mereka memiliki kapal selam baru yang meluncurkan rudal balistik, yang oleh media pemerintah digambarkan sebagai "senjata paling kuat di dunia".
Setelah uji coba rudal pada bulan Maret, Presiden Biden mengatakan "akan ada tanggapan" jika Korea Utara memilih untuk "meningkatkan" dia akan terlibat dalam negosiasi diplomatik.
Namun, Gedung Putih mengklaim Korea Utara belum melakukan pembicaraan sejak Biden menjabat.
Baca Artikel lainnya di sini
SUMBER ARTIKEL : MIRROR.CO.UK