Minggu, 12 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Perajin Grafir Kayu Jambi: Perajin Harus Serba Bisa untuk Bertahan dan Bersaing saat Pandemi

"Saya yakin pandemi pasti akan berlalu. Terlebih dengan adanya program vaksin ini tentu memberikan kabar positif untuk usaha-usaha seperti kami. Harap

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Monang
Perajin Grafir Kayu Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Berada di antara ruko-ruko di Jalan Jend Sudirman, Talang Jauh, Jelutung, tepatnya berada di persimpangan lampu merah Simpang Hongkong Kota Jambi, terdapat galeri sederhana yang dihiasi dengan tulisan-tulisan tiga dimensi (3D).

Tulisan-tulisan itu bertuliskan nama-nama orang, alamat rumah, jabatan, dan jenis ragam bentuk tulisan 3D lainnya berbahan baku kayu.

Tribunjambi.com pun mampir ke lokasi dan disambut hangat oleh pria paruh baya dan sambil mengatakan ada yang bisa kami bantu.

"Usaha kami ini sebenarnya bernama grafir kayu. Ya grafir kayu berbentuk tiga dimensi," ungkap pria yang beranama Togi Sitorus (49) ini.

Pemilik sekalgus perajin grafir kayu ini mengatakan, orang-orang di Jambi (Kota Jambi khususnya) lebih akrab menyapa usahanya ini dengan tukang buat huruf.

"Orang kita cenderung sulit menyebut grafir kayu. Terkesan terlalu tinggi. Jadi kami lebih akrab dan malah senang disebut dengan tukang buat huruf," ujarnya sambil tertawa.

Setelah kita masuk ke dalam galeri miliknya ini, tak hanya grafir kayu, kita akan disuguhkan ragam jenis kreatifitas kayu lainnya. Seperti cermin, bingkai foto, piala kayu, bahkan nisan pun dirinya buat.

"Selagi berbahan baku kayu, kami dapat mengerjakannya. Jadi agar bisa bertahan dan bersaing dengan lainnya kita harus serba bisa," ungkapnya dengan nada tegas.

Produk kreativitas yang dirinya hasilkan ini dibanderol mulai dari Rp 80 ribu hingga jutaan rupiah. Tergantung kesulitan, besaran bentuk, hingga jumlah huruf yang diminta.

"Soal harga sih masih bisa dibicarakan ya. Tapi kami mematok harga sekian. Balik lagi menyesuaikan dari permintaan konsumen seperti apa," paparnya.

Saat ditanyai perihal jenis apa yang paling laris saat ini, dirinya menjawab tulisan untuk nama-nama pegawai dan ruangan di perkantoran.

"Kurang lebih yang saya rasakan mulai 10 tahun terakhir ini, konsumen kebanyakan memesan untuk kebutuhan kantor. Seperti nama ruangan, nama orang dan jabatannya, nama dari kantor itu sendiri, dan lain sebagainya," bebernya.

Selain itu dirinya bilang, kerajinan nama dan tempat tanggal lahir pun masih ada peminatnya.

"Padahal dulu saya ingat, di tahun 1996 hingga awal 2000an itu sempat tren tulisan nama kita, tempat tanggal lahir, hingga nama bintang. Tapi sekarang masih ada beberapa yang memesan," sebutnya.

Kondisi Covid-19 ini memang membuat usahanya tidak lagi ramai mendapat pesanan, terlebih dari kantor-kantor yang biasa memesan tulisannya kepadanya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved