Breaking News:

Program Replanting Minim Peminat, Petani Khawatir Tidak Bisa Cukupi Kebutuhan

Niat masyarakat Kabupaten Bungo khususnya petani sawit untuk mengikuti program replanting atau peremajaan sawit minim.

Penulis: Muzakkir | Editor: Fifi Suryani
Tribunjambi/Samsul Bahri
Program replanting sawit di Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Niat masyarakat Kabupaten Bungo khususnya petani sawit untuk mengikuti program replanting atau peremajaan sawit minim.

Dari kuota atau target yang diberikan pemerintah untuk mengikuti replanting sebanyak 1.500 hektare lahan, yang dilakukan replanting hanya 60 hektare. Hal itu terjadi pada tahun 2020 lalu.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bungo melalui Kabid Perkebunan, Heri Setiawan ketika dikonfirmasi menyebut jika capaian replanting pada 2020 lalu memang sedikit.

"60 hektare itu hanya satu kelompok tani," kata Heri.

Menurut dia, ada beberapa alasan kenapa petani enggan mengikuti program replanting ini, pertama karena mereka takut tidak bisa mencukupi kebutuhan atau gaya hidup yang biasanya mewah menjadi berkurang.

Kemudian mereka tidak punya penghasilan lain selain sawit yang ada saat ini.

"Itu faktor utamanya. Karena butuh waktu lama untuk mendapatkan hasil panen baru pada sawit yang di-replanting saat ini," ungkap Heri.

"Jadi mereka ragu-ragu untuk ikutan program ini," lanjutnya.

Sebenarnya, kata Heri, jika petani bisa mengatur keuangan, maka kebutuhan selama beberapa tahun menjelang panen bisa ditopang, sebab untuk satu hektarenya, petani bisa mendapatkan bantuan sebesar Rp30 juta.

Meski pencapaian minim, namun program replanting ini tetap berjalan. Dan di 2021 ini Kabupaten Bungo masih mendapatkan jatah seperti tahun lalu, yaitu 1.500 hektare.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved