Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ramadhan 2021

Benarkah Tidur Sepanjang Hari Saat Bulan Ramadhan Batalkan Puasanya? Rupanya Ini Alasannya!

Syamsul bahkan menyebut, tidur lebih baik daripada tidak tidur tetapi melakukan perbuatan-perbuatan yang justru mengurangi kualitas puasa, seperti

Tayang:
Editor: Tommy Kurniawan
shutterstock
Ilustrasi tidur 

TRIBUNJAMBI.COM - Bulan Ramadhan menjadi bulan yang dinantikan umat Islam setiap tahunnya.

Selain dipenuhi keberkahan, pada bulan suci ini seluruh amalan yang dilakukan mendapatkan pahala berlipat.

Namun banyak orang yang menghabiskan bulan penuh berkah tersebut dengan tidur-tiduran semata.

Kondisi tubuh yang terasa lemas saat puasa seringkali dijadikan alasan untuk tidur sepanjang hari, usai makan sahur atau setelah shalat Subuh hingga jelang berbuka.

Lantas, apakah tidur sepanjang hari dapat membatalkan orang yang puasa?

Ilustrasi puasa
Ilustrasi puasa (ist)

Tidak batalkan puasa

Pakar Usul Fiqh Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Mulyono Jamal menjelaskan, tidur saat bulan Ramadhan baik sebentar atau sepanjang hari, tidak membatalkan puasa.

Namun demikian, apabila sampai meninggalkan shalat dan kewajiban lainnya, maka termasuk perbuatan dosa.

"Tidurnya itu sendiri sebenarnya tidak membatalkan puasa. Jam-jam puasa yang yang merupakan kesempatan baik untuk mendapatkan pahala besar, tapi disia-siakan ya rugi besar-lah," kata Jamal saat dihubungi Kompas.com, Kamis (15/4/2021).

Oleh karena itu, tutur Jamal, perlu lebih diluruskan lagi perkara tidur saat bulan Ramadhan ini.

"Orang puasa, kalau tidurnya saja (pasif) sudah dinilai ibadah, maka amal ibadahnya (aktif) pahalanya jauh lebih banyak, lebih besar. Perlu dikejar," pungkas dia.

Baca juga: Hakim Silaban Jatuhkan Hukuman Mati Untuk Mantan Anggota DPRD Palembang Fraksi Golkar

Baca juga: Seperti Melepas Rindu, Hancur Hati Suami Dapati Istrinya Suka Chat Mesra Sama Oknum Anggota DPRD

Lebih baik daripada ghibah

Hal senada juga diungkapkan oleh dosen Aqidah dan Filsafat Islam IAIN Surakarta, Dr Syamsul Bakri.

"Tidur tidak membatalkan puasa, pun begitu tidur juga tidak mengurangi pahala puasa," kata Syamsul saat dihubungi Kompas.com, Kamis (15/4/2021).

Syamsul bahkan menyebut, tidur lebih baik daripada tidak tidur tetapi melakukan perbuatan-perbuatan yang justru mengurangi kualitas puasa, seperti ghibah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved