Breaking News:

Ramadhan 2021

Benarkah Tidur Sepanjang Hari Saat Bulan Ramadhan Batalkan Puasanya? Rupanya Ini Alasannya!

Syamsul bahkan menyebut, tidur lebih baik daripada tidak tidur tetapi melakukan perbuatan-perbuatan yang justru mengurangi kualitas puasa, seperti

Editor: Tommy Kurniawan
shutterstock
Ilustrasi tidur 

TRIBUNJAMBI.COM - Bulan Ramadhan menjadi bulan yang dinantikan umat Islam setiap tahunnya.

Selain dipenuhi keberkahan, pada bulan suci ini seluruh amalan yang dilakukan mendapatkan pahala berlipat.

Namun banyak orang yang menghabiskan bulan penuh berkah tersebut dengan tidur-tiduran semata.

Kondisi tubuh yang terasa lemas saat puasa seringkali dijadikan alasan untuk tidur sepanjang hari, usai makan sahur atau setelah shalat Subuh hingga jelang berbuka.

Lantas, apakah tidur sepanjang hari dapat membatalkan orang yang puasa?

Ilustrasi puasa
Ilustrasi puasa (ist)

Tidak batalkan puasa

Pakar Usul Fiqh Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Mulyono Jamal menjelaskan, tidur saat bulan Ramadhan baik sebentar atau sepanjang hari, tidak membatalkan puasa.

Namun demikian, apabila sampai meninggalkan shalat dan kewajiban lainnya, maka termasuk perbuatan dosa.

"Tidurnya itu sendiri sebenarnya tidak membatalkan puasa. Jam-jam puasa yang yang merupakan kesempatan baik untuk mendapatkan pahala besar, tapi disia-siakan ya rugi besar-lah," kata Jamal saat dihubungi Kompas.com, Kamis (15/4/2021).

Oleh karena itu, tutur Jamal, perlu lebih diluruskan lagi perkara tidur saat bulan Ramadhan ini.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved