Breaking News:

Berita Internasional

INDONESIA Waspada, Laut Asia Tenggara Berpotensi Jadi Arena Perang China, Pyne: Bisa Hilangkan Nyawa

Hal itu diungkap langsung oleh mantan menteri pertahanan Australia Christopher Pyne yang memperingatkan potensi perang dengan China di kawasan

China Daily
Foto Pasukan Militer China. 

TRIBUNJAMBI.COM - Potensi perang melawan China di Kawasan Indo-Pasifik disebut bukan isapan jempol belaka.

Hal itu diungkap langsung oleh mantan menteri pertahanan Australia Christopher Pyne yang memperingatkan potensi perang dengan China di kawasan Indo-Pasifik.

Pyne pun mengatakan kemungkinan "perang kinetik" di Indo-Pasifik itu sekarang jauh lebih tinggi daripada ketika dia pertama kali menjabat sebagai menteri industri pertahanan.

Melansir dari ABC News, Selasa (13/4/2021), Christopher Pyne mengatakan bahwa peluang atau potensi perang di kawasan Indo-Pasifik yang melibatkan China telah meningkat begitu tajam.

Angkatan Laut China. Ilustrasi perbandingan kekuatan militer China dan AS
Angkatan Laut China. Ilustrasi perbandingan kekuatan militer China dan AS (Financial Times)

Ia juga memperingatkan Taiwan kemungkinan besar adalah titik nyala berikutnya dalam sebuah perang itu.

Dalam pidatonya di Universitas Adelaide, politisi Liberal yang telah lama menjabat itu mengatakan kepada para mahasiswa yang lulus bahwa "postur strategis Republik Rakyat China tidak ramah seperti sebelumnya", dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi Amerika Serikat dan sekutunya.

"Kenyataannya adalah bahwa China percaya diri dan mampu serta tidak malu untuk menunjukkannya," kata Pyne pada Senin (12/4/2021).

Pyne, diketahui mengundurkan diri sebagai menteri pertahanan pada 2019, mengatakan kemungkinan "perang kinetik" di Indo-Pasifik sekarang jauh lebih tinggi daripada ketika ia pertama kali menjabat sebagai menteri industri pertahanan.

"Lima tahun lalu, saya akan mengatakan bahwa kemungkinan itu sangat tidak mungkin, sekarang saya harus mengatakan bahwa kemungkinan itu lebih mungkin daripada sebelumnya," ujarnya.

"Bukan perang dunia maya, tetapi perang nyata yang melibatkan hilangnya nyawa, penghancuran platform militer, dengan penyerang dan pembela di sisi yang berbeda.

Halaman
123
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved