Bawa Parang hingga Obrak Abrik Rumah, Inilah Cerita Detik-detik Istri Guru yang Ditembak KKB Papua

Secara bengis, anggota KKB Papua itu masuk ke dalam rumah dan menendang kamar mandi yang dijadikan tempat persembunyian. 

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Facebook/TNPNB
Ilustrasi KKB Papua. Kelompok ini dilaporkan makin sadis sejak tahun 2021, warga Papua tak segan ditembak depan istri, sementara PNS resah larena ditembaki juga. 

TRIBUNJAMBI.COM - Berikut ini cerita mencekam dari Natalia, istri Oktovianus Rayo saat tragedi pembunuhan suaminya oleh Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua, Kamis (8/4/2021).

Saat KKB Papua menghampiri rumahnya di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, ia dan sejumlah warga lainnya bersembunyi selama 5 jam di kamar mandi, mulai pukul 09.00 WIT sampai 14.00 WIT.

Secara bengis, anggota KKB Papua itu masuk ke dalam rumah dan menendang kamar mandi yang dijadikan tempat persembunyian. 

Natalia menceritakan, di dalam kamar mandi itu, masih sempat ada orang masuk mengobrak-abrik pakai parang.

Dia dua kali menendang kamar mandi, tetapi tidak tembus.

"Kami di dalam hanya diam berdoa sambil SMS teman yang lain,” ujar Natalina saat dikonfirmasi, Senin (12/4/2021).

Ya, hari itu merupakan hari mencekam bagi Natalia dan sejumlah warga lainnya.

Beberapa jam bersembunyi dan memastikan kondisi aman dan sunyi, Natalia keluar dari kamar mandi

Bukan hanya kehilangan suaminya, Natalia juga kehilangan barang-barang berharga yang dirampok oleh KKB Papua. 

“Tak ada barang yang kami selamatkan di rumah. Ponsel milik almarhum dan milik saya diambil.

Uang diambil, perhiasan diambil, semua diambil, pakaian dan barang-barang lainnya terhambur.

Tapi biarlah saya sudah tidak peduli yang penting kami selamat dan kami pergi dengan berjalan kaki sampai di Koramil,” tutur Natalina.

Ia makin terkejut ketika melihat suaminya sudah terkapar dan sekarat.

Baca juga: Promo Alfamart Hari Ini 14 April 2021 Promo Serbu Paket Ramadhan Hemat Munggahan Spesial Up to 50%

“Setelah saya lihat sudah sunyi, sudah tidak ada orang, saya keluar dari kamar tempat saya sembunyi melihat almarhum sudah terkapar di depan, dia sudah lipat kaki dan telentang, kasihan.

Saat itu saya masih sempat panggil, Papa Iyan bangun... Papa Iyan bangun tapi saya masih lihat dia punya mata terputar, mungkin dia masih lirik saya atau bagaimana,” kata Natalina.

Halaman
123
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved