Breaking News:

Mengenal Ragam Jenis Hydrant, Apa Saja? Ini Penjelasan Damkar Kota Jambi

Saat ini banyak tempat publik seperti taman hiburan, mall, jalan, pabrik, gedung, pasar, bahkan rumah di perkotaan hingga desa bisa saja mengalami ben

Tribunjambi/Abdullah Usman
Pemanfaatan Hydrant saat terjadinya kebakaran. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hydrant pemadam kebakaran merupakan fasilitas publik yang penting untuk diperhatikan. Karena hydrant menyangkut keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Saat ini banyak tempat publik seperti taman hiburan, mall, jalan, pabrik, gedung, pasar, bahkan rumah di perkotaan hingga desa bisa saja mengalami bencana kebarakaran.

Kepala Bidang Operasi dan Penyelamatan Kebakaran Damkar Kota Jambi, Rinno pun menjelaskan tentang salah satu fasilitas publik yang menjadi faktor pendukung saat memadamkan api di lokasi kebakaran.

"Hydrant itu merupakan sebuah alat atau terminal penghubung untuk bantuan darurat saat terjadi kebakaran. Alat ini merupakan koneksi berupa alat yang terdapat di atas tanah yang menyediakan akses pasokan air untuk tujuan memadamkan kebakaran," ungkapnya kepada Tribunjambi.com.

Ia jelaskan, air yang digunakan untuk hydrant dapat bertekanan dan tidak bertekanan.

"Misalnya air yang bertekanan itu di mana hydrant tersambung dengan pompa dalam menghasilkan tekanan. Sedangkan yang tidak bertekanan, hydrant tersambung secara langsung ke sumber air seperti kolam atau tangki air. Dan nanti mangambil airnya menggunakan pompa tersendiri," jelasnya, belum lama ini.

Untuk hydrant yang berada di Kota Jambi, sebagian besar menggunakan saluran dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang.

"Hydrant yang berada di Kota Jambi dan yang sering kami gunakan itu berasal dari saluran primer PDAM Tirta Mayang. Mereka menyediakan airnya, dan kami terus melakukan laporan jumlah air yang kami gunakan pada PDAM dengan cara menghitung berapa kendaraan pemadam yang telah kami isi menggunakan hydrant," terangnya.

Lanjut Rinno, hydrant pemadam kebakaran sendiri memiliki tiga jenis secara umumnya. Yakni hydrant halaman, hydrant gedung, dan hydrant kota.

"Hydrant halaman, biasa disebut dengan hydrant pilar. Hydrant jenis ini biasanya digunakan oleh mobil pemadam kebakaran untuk mengambil air jika kekurangan dalam tangki mobil. Jadi, hydrant pilar ini diletakkan di sepanjang jalan akses utama," paparnya.

Kemudian adalah hydrant gedung, yakni suatu sistem pencegah kebakaran yang menggunakan pasokan air dan dipasang di dalam bangunan atau gedung.

"Biasa disebut dengan hydrant box. Ini dipasang menempel di dinding dan menggunakan pipa tegak untuk menghubungkan dengan pipa dalam tanah khusus," ujar Rinno.

Ia menambahkan, hydrant gedung merupakan sistem proteksi kebakaran yang dipasang di dalam bangunan. Yang mana sistem dan peralatannya disediakan oleh pemilik atau pengelola bangunan.

Selanjutnya adalah hydrant kota, yang merupakan sistem proteksi kebakaran, di mana hydrant dipasang di sepanjang jalan sebagai prasarana kota dan kebutuhan sumber air dipasok/disediakan oleh PDAM.

"Dalam hal ini yang harus di perhatikan adalah tempat-tempat yang rawan akan kebakaran, sehingga bisa langsung di atasi jika sudah ada alat-alat pendukung. Kota Jambi sendiri memiliki 75 titik hydrant," pungkasnya.

Baca juga: Dana Replanting Sawit di Bungo Naik, Ini Beberapa Persyaratan yang Perlu Diketahui Petani

Baca juga: Acara My Trip My Adventure Umumkan Pamit, Hamish Daud dan Nadine Chandrawinata Pernah Jadi Hostnya

Baca juga: Program Replanting Sawit di Bungo Kurang Diminati, Padahal Dapat Bantuan Rp 30 Juta

Penulis: Monang Widyoko
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved