Breaking News:

Ramadhan 2021

Hukum Lupa Mandi Junub di Bulan Ramadhan, Benarkah Puasanya Batal?

Banyak yang bertanya bagaimana bila lupa untuk melakukan mandi junub saat bulan Ramadhan?  Sah kah puasa yang dijalankannya?

World of Buzz
Ilustrasi Mandi 

TRIBUNJAMBI.COM - Banyak yang bertanya bagaimana bila lupa untuk melakukan mandi junub saat bulan Ramadhan?  Sah kah puasa yang dijalankannya?

Menurut Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr H Syamsul Hidayat menjelaskan, bagi pasangan suami istri yang lupa untuk mandi besar setelah berhubungan badan saat bulan Ramadhan, maka puasanya tetap sah.

"Tidak batalkan puasa, tetapi bila ingat langsung segera mandi," kata Syamsul saat dihubungi Kompas.com, Jumat (1/5/2020).

Mandi besar atau mandi junub dapat dikerjakan setelah waktu Sholat Subuh.

Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis berikut:

Hadis Muslim riwayat Aisyah menyebutkan,

"Rasulullah pernah memasuki waktu fajar di bulan Ramadhan. Sedang beliau dalam keadaan junub, bukan karena mimpi. Maka mandilah beliau dan kemudian terus berpuasa (hari itu)."
Buku Saku Sukses Ibadah Ramadhan terbitan Pengurus Pusat Lajnah Ta'lif wan Nasyr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tahun 2017 juga menjelaskan hal yang sama.

Apabila sepasang suami istri bersetubuh di malam hari namun mandinya baru dilakukan sesudah Subuh, maka tidak akan membatalkan puasa. Seperti dijelaskan hadis berikut: Aisyah dan Umi Salamah berkata: "Rasulullah di saat subuh dalam keadaan junub setelah bersetubuh, bukan karena mimpi, beliau tidak membatalkan puasanya dan tidak meng-qadha’nya." (HR Bukhari dan Muslim).

Kendati mandi besar lupa untuk dilakukan, tetap dianjurkan seorang Muslim untuk berwudu sebelum makan sahur. Sebagaimana keterangan dari Aisyah radhiallahu 'anha, yang mengatakan: "Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berada dalam kondisi junub, kemudian beliau ingin makan atau tidur, beliau berwudhu sebagaimana wudu ketika hendak salat." (HR Muslim).

Mandi besar dimulai dengan mengguyur seluruh bagian luar badan, termasuk rambut hingga bulu-bulunya. Untuk bagian tubuh yang berambut atau berbulu, air diharuskan bisa mengalir sampai ke kulit dalam dan pangkal rambut atau bulu.

Halaman
12
Editor: Heri Prihartono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved