Kamis, 28 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ramadhan 2021

Bagaimana Hukum Berhubungan Intim di Siang Hari saat Ramadhan, Benarkah Batal Puasanya?

Bagaimana berhubungan intim pasangan suami istri (pasutri). di siang hari dan saat masih menjalankan puasa. Bagaimana hukumnya, batalkah puasanya?

Tayang:
Editor: Heri Prihartono
Tribun Bali / Made Dwi Saputra Ilustrasi
Ilustrasi Berhubungan Intim 

TRIBUNJAMBI.COM - Hukum berhubungan intim pasangan suami istri (pasutri). di siang hari dan saat masih menjalankan puasa. Bagaimana hukumnya, batalkah puasanya?

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo, Musta'in Ahmad menyebutkan berhubungan intim antara suami dan istri saat bulan Ramadhan, tidak akan membatalkan puasa dengan syarat malam hari.

Yakni sebelum waktu Sholat Subuh tiba.

Apabila berhubungan intim dilakukan pada siang hari ketika masih dalam keadaan berpuasa, Musta'in menegaskan akan membatalkan puasa. "Bila dilakukan siang hari (berhubungan badan), ya, akan membatalkan puasanya," kata Musta'in saat dihubungi Kompas.com, Kamis (30/4/2020).

Musta'in menyebutkan dalil atau hadis yang menerangkan perkara tersebut juga telah ada di dalam Al Quran.

Dalam Surat Al Baqarah ayat 187: "Diperbolehkan bagi kalian pada malam hari (di bulan Ramadhan) bercampur dengan istri-istri kalian." Hal tersebut sama halnya jika karena tertidur lalu bermimpi sampai mengeluarkan sperma, maka tidak batal puasanya.

Hal itu seperti penjelasan hadis berikut: Aisyah dan Umi Salamah berkata: "Rasulullah di saat subuh dalam keadaan junub setelah bersetubuh, bukan karena mimpi, beliau tidak membatalkan puasanya dan tidak meng-qadha'nya." (HR Bukhari dan Muslim).

Hukum berhubungan intim di siang hari batalkan puasa terdapat juga hadis dari riwayat Bukhari .

Telah datang seorang laki-laki kepada Nabi SAW, lalu ia berkata: "Celakalah saya, wahai Rasulullah."

Rasul bertanya: "Apa yang mencelakakan kamu?"

Laki-laki itu lalu menjawab: "Saya telah mencampuri istri saya di siang hari di bulan Ramadhan."

Lalu Rasul bertanya: "Apakah kamu mampu memerdekakan hamba (budak)?" Laki-laki itu menjawab: "Tidak."

Rasul kemudian bertanya lagi: "Apakah kamu mampu berpuasa dua bulan terus-menerus?"

Laki-laki itu menjawab: "Tidak."

Rasul melanjutkan pertanyaan: "Apakah kamu mampu memberi makan 60 orang miskin?" Laki-laki itu menjawab: "Tidak."

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved