Mata-mata Israel Ditangkap Pasukan Iran, Ketahuan Lagi Awasi Proyek Nuklir, AS dan Eropa Terlibat

Ketegangan di Timur Tengah memanas setelah Pasukan keamanan Iran di provinsi barat laut Azerbaijan Timur menangkap mata-mata.

Editor: Teguh Suprayitno
The Associated Press show.(AP)
Foto satelit pada 11 Desember 2020 ini oleh Maxar Technologies menunjukkan pembangunan fasilitas nuklir Fordo Iran. Iran telah memulai pembangunan di sebuah situs di fasilitas nuklir bawah tanahnya di Fordo di tengah ketegangan dengan AS atas program atomnya, foto satelit diperoleh Jumat, 18 Desember 2020, oleh The Associated Press show. 

Mata-Mata Israel Ditangkap Pasukan Iran, Ketahuan Lagi Awasi Proyek Nuklir, Amerika dan Eropa Terlibat

TRIBUNJAMBI.COM, TEHERAN - Ketegangan di Timur Tengah memanas setelah Pasukan keamanan Iran di provinsi barat laut Azerbaijan Timur menangkap mata-mata.

Mata-mata itu dicurigai bekerja untuk badan-badan intelijen asing.

Termasuk seorang agen yang melakukan operasi spionase untuk Israel. Demikian diberitakan kantor berita FARS mengutip pernyataan seorang pejabat Iran, Senin (5/4/2021).

"Seorang mata-mata Israel dan beberapa orang lainnya yang terkait dengan dinas keamanan negara yang berbeda telah ditangkap di provinsi itu," kata Direktur Jenderal Kementerian Intelijen Iran di provinsi Azerbaijan Timur.

Dia, sementara itu, menepis keberadaan teroris takfiri di provinsi tersebut. Kementerian intelijen Iran juga tahun lalu menangkap lima mata-mata yang berafiliasi dengan badan intelijen asing.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Foto Satelit Tunjukkan Iran Bangun Fasilitas Nuklir Bawah Tanah di Tengah Ketegangan dengan AS.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Foto Satelit Tunjukkan Iran Bangun Fasilitas Nuklir Bawah Tanah di Tengah Ketegangan dengan AS. (AFP)

"Pasukan Kementerian Intelijen telah mengidentifikasi dan menangkap lima mata-mata yang memiliki hubungan dengan badan mata-mata asing," kata kementerian tersebut pada Agustus 2020.

Menggunakan metode intelijen yang rumit, mata-mata itu bekerja sama dengan CIA Amerika, Mossad Israel, dan badan intelijen Eropa tertentu.

Mereka berusaha memata-matai proyek nuklir, politik, ekonomi, militer, dan infrastruktur Iran dengan tujuan menyabotase infrastruktur dan proyek, memperburuk sanksi barat terhadap Iran.

Tujuan akhirnya menghalangi akses Iran ke teknologi modern serta menciptakan tantangan dalam hubungan Iran dengan negara lain.

Kementerian intelijen menekankan tindakan jahat yang diambil oleh badan mata-mata asing gagal dengan kewaspadaan dan dominasi intelijen pasukan Iran yang mencakup semuanya.

Agustus 2020, juru bicara kehakiman Iran Gholamhossein Esmayeeli mengumumkan pasukan keamanan negara telah menangkap beberapa mata-mata yang bekerja sama dengan badan intelijen asing.

"Sejumlah mata-mata dan pengkhianat telah dikejar dan ditangkap oleh pasukan keamanan dalam beberapa hari terakhir," kata Esmayeeli kepada wartawan dalam konferensi pers di Teheran pada saat itu.

Dia menambahkan mata-mata itu telah menyusup ke kementerian luar negeri, Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) dan perusahaan yang memproduksi suku cadang untuk kementerian pertahanan.

Tingkatkan Keamanan di Perbatasan

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved