Breaking News:

Berita Tanjabtim

Kondisi Geografis Menjadi Kendala Pengembangan Program Pangan Lestari di Tanjabtim

Hal tersebut menjadi kendala tersendiri bagi Dinas Ketahanan pangan dan hortikultura Kabupaten Tanjabtim, selain persoalan kondisi alam juga kawasan p

Abdullah Usman
Tekan Pengeluaran Ekonomi, Pemkab Tanjabtim Jalankan Program Pangan Lestari Pemanfaatan Pekarangan 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Sejak terbentuk pada tahun 2017 lalu saat ini sudah ada 37 kelompok pangansari tersebar di 11 Kecamatan di Tanjabtim, beberapa kelompok sudah masuk kelompok mandiri.

Persoalan sayur mayur bagi sebagian wilayah di Kabupaten Tanjabtim sedikit menjadi persoalan. Pasalnya tidak semua lahan atau tanah warga dapat bersahabat dengan tanaman, mengingat beberapa wilayah terkandung air asam yang berpengaruh pada tanaman.

Hal tersebut menjadi kendala tersendiri bagi Dinas Ketahanan pangan dan hortikultura Kabupaten Tanjabtim, selain persoalan kondisi alam juga kawasan pinggiran sungai juga sulit untuk dapat diterapkannya program pangan lestari tersebut.

"Karena program ini sangat bergantung pada kondisi lahan, jika tidak ada lahan tentu akan kesulitan. Seperti warga yang berada di pinggiran sungai batanghari atau laut (kampung laut dan mendahara) mereka kesulitan untuk menyediakan lahan, " jelas Kabid Konsumsi dan keamanan pangan Noni Retmila, Selasa (6/4/2021).

Lanjutnya, saat ini dari total 37 kelompok pangan lestari tersebut baru 21 kelompok diantaranya sudah masuk kategori tahap mandiri (sudah bisa jalan sendiri) . Tingkatan di tahap mandiri ini sendiri progresnya jika lebih bagus bisa berpeluang mendapat bantuan dari APBD.

"Bukan berarti diluar 21 yang mandiri tadi tidak bagus, mereka juga tetap aktif dan berjalan hanya saja progresnya bum terlalu bagus dan masih dalam tahap pembinaan, " jelas Noni.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved