Minggu, 10 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Merangin

Polisi Kejar Pemilik Lubang Jarum PETI di Merangin

Tiga penambang PETI di Merangin dengan metode lubang jarum di Kabupaten Merangin meninggal dunia pada Senin (29/3/2021) lalu.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
tribunjambi/darwin sijabat
3 warga Merangin yang terjebak di lubang jarum di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap berhasil dievakuasi. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Polisi selidiki pemilik lubang jarum PETI di Merangin yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

Tiga penambang PETI di Merangin dengan metode lubang jarum di Kabupaten Merangin meninggal dunia pada Senin (29/3/2021) lalu.

Ketiga korban meninggal dunia itu ialah, SGW (38) warga Desa Sungai Jering Kecamatan Pangkalanjambu, IMR (35) warga Desa Birun Kecamatan Pangkalanjambu dan MLD (28) warga Desa Sungai Nilau Kecamatan Sungai Manau.

Baca juga: Promo McD Hari Ini 4 April 2021 Beragam Menu Serba Rp30 Ribu Aja

Baca juga: TPP Dipotong, Sejumlah Dokter Spesialis di RSUD Ahmad Ripin Ancam Mogok Kerja

Baca juga: Nonton Streaming Full Attack On Titan Lengkap dari Season 1 hingga 4, Lengkap dengan Link Download

Saat ini Polres Merangin tengah menyelidiki pemilik tambang emas ilegal tersebut.

Kapolres Merangin melalui Kasatreskrim, AKP Firdon Marpaung mengatakan bahwa ketiga pekerja tambang emas lubang jarum itu keracunan udara yang bercampur asap mesin.

"Iya, diduga korban meninggal karena keracunan udara (CO2) yang menyebabkan kekurangan oksigen," ucap AKP Firdon Marpaung, Minggu (4/4/2021).

Ketika ditanya siapa pemilik tambang emas lubang jarum di Desa Simpang Parit Kecamatan Renahpembarap yang menelan tiga korban jiwa itu, Kasat Reskrim mengatakan sebut masih proses lidik.

"Untuk pemilik tambang emas lubang jarum itu masih kita lidik," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, aktivitas tambang emas ilegal yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa itu berlokasi di tepi Sungai Merangin Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap.

Korban meninggal dunia setelah mengecek lubang jarum yang terisi air. Namun saat turun ke dalam lubang jarum 40 meter itu SGW terjatuh. Melihat rekannya terjatuh, IMR dan MLD berniat menolong. Tapi naas mereka juga menjadi korban.

Selanjutnya, setelah melihat kejadian tersebut, pekerja yang lain meminta bantuan warga. Sumur itu dikeringkan dengan mengunakan mesin penyedot sebanyak tujuh unit. Tetapi sampai malam pukul 23.00 WIB, air masih belum bisa dikeringkan dan korban belum bisa dievakuasi.

Keesokan harinya pada Selasa (30/3/2021), satu unit alat penyedot air ditambah sehingga menjadi delapan unit alat penyedot.

Upaya evakuasi ketiga korban itu membuahkan hasil. Sekitar pukul 13.00 WIB korban ditemukan. Jasad korban dibawa ke Pelabuhan Sungai Merangin Desa Parit Ujung Kecamatan Renahpembarap, setelah itu dibawa ke rumah duka.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved