Berita Muarojambi
TPP Dipotong, Sejumlah Dokter Spesialis di RSUD Ahmad Ripin Ancam Mogok Kerja
Saat diketahui, TPP dokter spesialis yang bekerja di RSUD Ahmad Ripin Kabupaten Muarojambi dari normalnya Rp 12 juta, hanya saja terpotong menjadi seb
Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Sejumlah dokter spesialis di RSUD Ahmad Ripin, Kabupaten Muarojambi sempat mogok kerja. Sebaba mereka ingin minta dinaikkan Tambhan Penghasilan Pegawai (TPP).
Saat diketahui, TPP dokter spesialis yang bekerja di RSUD Ahmad Ripin Kabupaten Muarojambi dari normalnya Rp 12 juta, hanya saja terpotong menjadi sebesar Rp 8,2 juta.
Mendapatkan kabar itu sehingga membuat dokter-dokter spesialis di sana nekat mogok kerja.
Baca juga: Nonton Streaming Full Attack On Titan Lengkap dari Season 1 hingga 4, Lengkap dengan Link Download
Baca juga: MENOHOK! Farhat Abbas Kritik Jokowi, Prabowo Hingga Ketua MPR yang Datangi Pernikahan Atta dan Aurel
Baca juga: Kekesalan Ria Ricis Dikatain karena Tak Hadiri Nikahan Aurel dan Atta, Benarkah Tak Diundang?
Menangapi hal itu, Direktur RSUD Ahmad Ripin dr Ilham saat dikonfirmasi membenarkan sejumlah hal tersebut.
Ia mengatakan, masalah itu sudah diusulkan ke sekda melalui Dinkes Muarojambi.
"Saya sudah sampaikan kepada sejumlah dokter spesialis itu, TPP tidak ada yang berubah, kita tidak bisa berbuat banyak untuk menaikkan TPP nya, karena keterbatasan anggaran,"kata dr Ilham Minggu (4/4/2021).
Dengan adanya tindakan dokter spesialis yang nekat melakukan mogok kerja itu, ia sedikit menyayangkan, karena akan terganggu terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Ahmad Ripin.
Ia juga menyampaikan, kemungkinan sejumlah dokter spesialis yang sempat ingin mogok kerja beberapa waktu lalu, sudah mulai masuk seperti biasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/rsud-ahmad-ripin-muarojambi-yaaa.jpg)