Gedung Capitol AS Kembali Diserang 2 Orang Tewas, Begini Kondisi Joe Biden Saat Ini

Satu personil polisi Gedung Capitol dilaporkan tewas dan lainnya luka-luka setelah seseorang tidak dikenal menabrakkan mobilnya.

Editor: Teguh Suprayitno
AP/Paul Sancya
Presiden Amerika, Joe Biden. 

Gedung Capitol AS Kembali Diserang 2 Orang Tewas, Begini Kondisi Joe Biden Saat Ini

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Gedung Capitol kembali diserang orang tak dikenal Jumat (2/4/2021) waktu setempat.

Satu personil polisi Gedung Capitol dilaporkan tewas dan lainnya luka-luka ketika seseorang tidak dikenal menabrakkan kendaraannya ke arah kedua personil yang menjaga kompleks gedung Kongres Amerika itu.

Tak lama setelah kejadian, Penjabat Kepolisian Gedung Capitol, Yogananda Pittman menyampaikan adanya insiden penyerangan tersebut.

“Dengan berat hati saya harus menyampaikan bahwa salah seorang polisi Gedung Capitol yang diserang tadi meninggal dunia karena luka-luka yang dideritanya. Seorang lainnya masih dirawat di rumah sakit karena luka-lukanya,” ujarnya.

Tersangka pelaku, yang belum diidentifikasi itu, menabrak mobil yang dikendarainya ke arah kedua personil yang menjaga gedung Capitol dan keluar dari mobil dengan membawa pisau.

Pasukan garda nasional AS dan Polisi Gedung Capitol mengamankan komplek Gedung Kongres AS pasca serangan dengan menabrakkan kendaraan hari Jumat (2/4).
Pasukan garda nasional AS dan Polisi Gedung Capitol mengamankan komplek Gedung Kongres AS pasca serangan dengan menabrakkan kendaraan hari Jumat (2/4). (AFP via VOA)

“Kedua polisi Gedung Capitol memerintahkannya untuk meletakkan pisau, tapi ia tidak menanggapi dan menyerang keduanya,” papar Pittman kepada wartawan.

Mobil Tabrak Barikade Gedung Capitol, Penabrak Tewas

Serangan itu terjadi di salah satu pos pemeriksaan di dekat gedung Kongres, di mana Senat berada.

Puluhan personil Garda Nasional kembali diturunkan di Gedung Capitol setelah serangan ini.

Ratusan personil Garda Nasional memang telah diturunkan untuk menjaga Gedung Capitol pasca penyerbuan para pendukung Trump 6 Januari lalu ketika Kongres akan mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden November 2020.

Jumlah personil Garda Nasional ditambah saat pelantikan Joe Biden sebagai presiden 20 Januari.

Baca juga: Amerika Melongo, Iran Kini Kerja Sama dengan China dan Rusia, Senjata Nuklir Semakin Ganas

Sementara itu, Penjabat Kepala Departemen Kepolisian Metropolitan Washington Robert Contee mengatakan motif pelaku tampaknya tidak terkait dengan terorisme.

"Tampaknya tidak ada kaitannya dengan terorisme, tetapi jelas kami akan terus menyelidikinya," kata Contee.

Presiden AS Joe Biden mengatakan, dia merasa hancur atas dengan serangan itu dan memerintahkan bendera di Gedung Putih diturunkan menjadi setengah tiang.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved