Breaking News:

Berita Tanjabtim

Enam Polsek di Tanjabtim Tak Bisa Lagi Lakukan Penyelidikan, Ini Kata Kapolres

Dalam SK Kapolri tersebut berbunyi tentang penunjukan Polsek untuk pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat Daerah tertentu

Tribunjambi/Abdullah Usman
AKBP Deden Nurhidayatullah, Kapolres Tanjabtim. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor : Kep/613)/III/2021, terdapat 1.062 Polsek di Indonesia tidak dapat melakukan penyelidikan. Di Kabupaten Tanjabtim sendiri terdapat Enam polsek masuk daftar tersebut.

Dalam SK Kapolri tersebut berbunyi tentang penunjukan Polsek untuk pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat Daerah tertentu. Dimana Enam Polsek tersebut tidak lagi menangani penyelidikan sebuah kasus.

Menanggapi hal tersebut Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Deden Nurhidayatullah ketika dikonfirmasi TribunJambi.com menuturkan, terkait hal tersebut memang benar adanya dan pihaknya juga sudah menerima uang instruksi dan menindaklanjuti ke polsek polsek tersebut.

Baca juga: Download Lagu Dangdut Terbaru 2021 Spesial Nella Kharisma, Via Vallen hingga Didi Kempot Full Album

Baca juga: Modus Teller Bank Curi Uang Nasabah Rp 2,5 Miliar, Tak Setor Uang ke Bank hingga Curi Uang di ATM

Baca juga: Ternyata Begini Cara Pemulung Ini Punya Penghasilan Rp 40 Juta Sebulan

"Meski demikian bukan berarti pihak polsek tadi tidak sama sekali bisa melakukan penyelidikan, tetap bisa. Untuk lidik awal sebuah kasus yang terjadi di sektornya mereka tetap wajib melakukan penyelidikan awalnya. Hanya saja untuk penyelidikan lebih lanjutnya pihak Polres yang handel, " jelas Kapolres Deden, Kamis (1/4/2021).

Lanjut Deden, yang dimaksud penyelidikan tahap awal tersebut misal ada kasus atau kejadian di wilayah Polsek tersebut, maka pihak Polsek wajib melakukan penyelidikan awal diantaranya olah TKP, Pengumpulan bukti dan Saksi Saksi.

"Intinya kalo ada kejadian di wilayah Polsek mereka tetap wajib turun, dan tindakan lanjutnya baru Polres, " jelasnya lagi

Lebih lanjut dikatakan Kapolres, mungkin ada beberapa pergeseran kembali dengan adanya peralihan ini, mungkin nanti akan ada perubahan di penganggaran. karena penyidikan tidak dilakukan lagi di polsek tersebut dan tentunya akan dan pembahasan lebih lanjut.

Sementara itu, terkait kapan penerapan terkait SK Kapolri tersebut pihaknya hingga saat ini masih menunggu instruksi atau informasi terbaru dari Pusat. Mengingat saat ini pihak Polres belum menerima instruksi lanjutan kapan akan diterapkannya SK Kapolri tersebut.

Untuk diketahui Ke-enam Polsek yang tidak dapat lagi melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus kasus yang terjadi tersebut, diantaranya Polsek Rantau Rasau, Polsek Sadu, Polsek Berbak, Polsek Mendahara Ulu, Polsek Sabak Barat, dan Polsek Kuala Jambi.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved