Berita Merangin
Kesbangpol Jambi Gelar Sosialisasi Antisipasi Bahaya Radikalisme Terorisme
Harapan itu disampaikan pada Sosialiasi Pencegahan Bahaya Radikalisme Terorisme Bagi Aparatur Kesbangpol dan Pengurus FKDM Kabupaten Kota se Provinsi
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Bupati Merangin, Al Haris ajak semua pihak saling bahu membahu melawan radikalisme yang merusak tatanan masyarakat dan generasi bangsa.
Harapan itu disampaikan pada Sosialiasi Pencegahan Bahaya Radikalisme Terorisme Bagi Aparatur Kesbangpol dan Pengurus FKDM Kabupaten Kota se Provinsi Jambi di Aula Kesbangpol Merangin, Rabu (31/3/2021).
Menurut Bupati Merangin, Al Haris bahwa saat ini banyak faham radikalisme yang muncul merusak generasi bangsa dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Baca juga: Polres Bersama Pemkab Tanjabbar Mantapkan Program Gas Poll Cegah Karhutla
Baca juga: Memes Prameswari Digosipkan Dekat Billy Syahputra, Gimmick atau Pansos?Penyebab Putus Amanda Manopo?
Baca juga: Lihai Kemudikan Alat Berat, Ternyata Ini Cita-cita Indriyani Sebenarnya
Untuk itu Al Haris mengajak semua pihak bersatu padu agar tidak masuk kembali ke jaman peperangan yang menyebabkan masyarakat terpecah belah.
"Kita harus bangkit melawan radikalisme itu, kemerdekaan itu milik kita. Kita harus bersama menjaga keberlangsungan bangsa ini tetap terjaga utuh, NKRI harga mati," katanya.
Sehingga dengan sosialisasi tersebut diharapkan dapat menangkal faham-faham radikalisme yang kian menjamur.
Terkait aksi bom bunuh diri di Makassar, Al Haris mengimbau agat tidak terpengaruh dan terpancing.
Dia meyakini masyarakat Indonesia khususnya warga Kabupaten Merangin memiliki agama dan tidak akan mengikuti hal tersebut.
Sosialisasi itu juga menurut bupati sebagai salah satu upaya mengantisipasi terjadinya aksi serupa di Kabupaten Merangin.
"Kita lakukan langkah langkah agar kita lebih solid di lapangan, membina masyarakat untuk mereka tetap waspada," ujarnya.
Pembinaan itu diantaranya dengan mendidik anak sejak usia dini, menyekolahkan anak dengan baik seperti menempatkan di pesantren.
Kemudia merangkul semua elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, forum kerukunan umat beragama dan pemerintah daerah.
"Kita rangkul semuanya agar mereka dapat merasakan persatuan itu penting, kita aman dan nyaman. Kalau itu sudah di hati mereka Insya Allah kita kondusif, bekerja dengan aman," tandasnya.
Kaban Kesbangpol Provinsi Jambi, H Mukti Said, menyampaikan, sosialisasi ini sebagai upaya bersama mencegah ancaman radikalisme dan terorisme.
“Tak kalah pentingnya kita sama-sama menjaga kondusifitas PSU yang akan datang agar berjalan lancar dan aman,” ujarnya.