Pasokan Bertambah, Harga Cabai Merah dan Rawit di Jambi Berangsur Turun
Cabai merah besar, cabai merah keriting mengalami penurunan, penurunan paling tajam pada cabai rawit merah. Sedangkan cabai rawit hijau mengalami kena
Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bertambahnya pasokan dari beberapa daerah membuat harga cabai di Jambi turun.
Cabai merah besar, cabai merah keriting mengalami penurunan, penurunan paling tajam pada cabai rawit merah. Sedangkan cabai rawit hijau mengalami kenaikan
Perubahan harga cabai diketahui dari hasil monitoring harga rata-rata kebutuhan pokok oleh Disperindag Provinsi Jambi pada 31 Maret 2021.
Baca juga: Puluhan Pegawai Kejari Muarojambi Jalani Vaksinasi Tahap Kedua
Baca juga: Kubu AHY Sebut Moeldoko Cs Komplotan Begal dan Rampok: Moeldoko Ketua Abal-abal Hasil KLB Ilegal
Baca juga: Lihai Kemudikan Alat Berat, Ternyata Ini Cita-cita Indriyani Sebenarnya
Pantauan monitoring harga rata-rata kebutuhan pokok dilakukan pada tiga pasar yaitu Pasar Angso Duo, Pasar Simpang Pulai dan Pasar Talang Banjar.
Pada tiga pasar tersebut, cabai merah besar mengalami penurunan harga dari Rp 44 ribu menjadi Rp 42 ribu perkilogram atau turun sebesar Rp 2.000.
Dan cabai merah keriting mengalami penurunan harga dari Rp 46 ribu menjadi Rp 44 ribu perkilogram atau turun sebesar Rp 2.000.
Sedangkan cabai rawit merah mengalami penurunan harga dari Rp 100 ribu menjadi Rp 90 ribu perkilogram atau turun sebesar Rp 10 ribu.
Sementara itu, cabai rawit hijau mengalami kenaikan harga sebesar Rp 4.000 perkilogram. Rata-rata harga cabai berkisar Rp 46 ribu - Rp 48 ribu perkilogram.
Syamsurizal, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, dalam keterangan tertulis menyampaikan, penurunan harga cabai merah dan cabai rawit merah dikarenakan bertambahnya pasokan dari beberapa daerah.
“Harga cabai merah turun karena bertambahnya pasokan cabe merah dari Lokal, Bengkulu, Medan, Palembang dan Jawa Tengah. Dan Harga cabai rawit merah turun, disebabkan bertambahnya pasokan dari Bengkulu, Aceh dan Jawa Tengah,” jelas Syamsurizal.
“Sedangkan harga cabai rawit hijau naik karena berkurangnya pasokan dari Bengkulu, Aceh dan Jawa Timur,” pungkasnya.