Berita Kota Jambi

Dana Desa Dicairkan Terdakwa Untuk Pembuatan Irigasi Tapi Bangunan Fisik Tak Ada

Jaksa Penuntut Umum Kejari Sungaipenuh hadirkan tiga orang ahli sebagai saksi dalam sidang lanjutan

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Nani Rachmaini
Tribunnews.com
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jaksa Penuntut Umum Kejari Sungaipenuh hadirkan tiga orang ahli sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana korupsi APBDes Koto Duo Baru, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci. Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi, Senin (29/3/2021). 

Ketiga ahli yang dihadirkan adalah dari Dinas PU Kabupaten Kerinci. Yakni Arry Susanto dan Binta Oktry Herianja. Saksi lainnya yakni Rini Rosa dari Inspektorat Provinsj Jambi. 

Moehargung Alsonta, Jaksa Penuntut Umum Kejari Sungaipenuh mengatakan para saksi ahli dihadirkan guna menerangkan kerugian negara dalam perkara terdakwa Radius Prawira selaku mantan kades. 

Moehargung mengatakan, dalam persidangan yang berlangsung Senin siang itu, ada diterangkan penggunaan APBDes yang diduga menyimpang pada penganggaran tahun 2018 dan tahun 2019. 

Yakni terkait pembangunan gedung senin, dalam pengerjaannya tidak sesuai dengan RAB. Terdapat beberapa kekurangan item pekerjaan. 

Termasuk penggunaan anggatan APBDes tahun 2019 dari yang dicairan sekitar 500 jutaan, penggunaannya tidak dapat dipertanggung jawabkan. 

"Yang dapat dipertanggung jawabkan hanya pada kegiatan pembayaran honor perangkat desa. Sehingga nilai kerugian negara untuk penggunaan anggaran tahun 2018 dan tahun 2019 sekitar 758 juta," katanya. 

Parahnya dalam penggunaan anggaran tahun 2019 diajukan untuk kegiatan pembangunan irigasi. Namun, setelah ditelusuri tidak ada bentuk fisik bangunan padahal penganggaran telah dicairkan. 

"Kegiatan pembangunan irigrasi dicairkan tapi fiksik tidak ada, nilainya 225 juta. Pencairan ada tapi tidak ada bukti fisik," kata Moehargung. 

Penyimpangan penggunaan anggaran terjadi dalam beberapa kegiatan, hasil perhitungan ahli kata Moehargung dari seluruh penggunaan anggaran persen tase kekurangan pekerjaan mencapai 54,1 persen. 

Proses persidangan dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai Morailam Purba. Hakim anggota masing-masing adalah Amir Azwan dan Hakim Adly. 

Untuk persidangan selanjutnya, terdakwa Radius Prawira akan menghadirkan saksi meringankan, "Terdakwa akan menghadirkan saksi A De Charge pada sidang Senin depan," katanya. (Dedy Nurdin)

Baca berita lain terkait Dana Desa

--

Baca juga: Pembebasan Lahan Akses Jalan Menuju Ujung Jabung Kembali Molor Tahun Ini

Baca juga: Manfaat Teh Celup Bekas Bisa untuk Pupuk Tanaman

Baca juga: Ramalan Zodiak Harian 30 Maret 2021 Lengkap, Cancer Bertindak, Aries Bangun Karier Lebih Baik

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved