Berita Bungo
Ribuan UMKM di Bungo Kecipratan Dana Program BPUM, 230 Hangus
Ribuan UMKM di Kabupaten Bungo mendapatkan bantuan dana UMKM pada program BPUM. Program pemulihan ekonomi dari pemerintah pusat tersebut cair
Penulis: Muzakkir | Editor: Rahimin
Ribuan UMKM di Bungo Kecipratan Dana Program BPUM, 230 Hangus
Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Muzakkir
TRIBUNJAMBI.COM,BUNGO - Ribuan UMKM di Kabupaten Bungo mendapatkan bantuan dana UMKM pada program BPUM.
Program pemulihan ekonomi dari pemerintah pusat tersebut cair hingga Januari 2021 lalu.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Koperasi UMKM Bungo melalui Kabid Koperasi dan UMKM Ir Yurnita.
Menurut Yurnita, program BPUM merupakan program yang dilaksanakan pada 2020 lalu.
Di Bungo ada sekitar 8.577 UMKM yang mengusulkan dan memaski bekas melalui Dinas Koperasi dan UMKM Bungo.
"Yang mengusulkan 8.577, tapi yang diterima hanya 2.433 UMKM," kata Yurnita.
Dalam program ini, pihaknya tidak begitu dilibatkan. Mereka hanya memasukkan data kedalam sistem saja, sementara yang memverifikasi semua berkas tersebut adalah tim dari pemerintah pusat.
Pihaknya juga tidak begitu tau siapa-siapa yang menerima, sebab penerima langsung dihubungi oleh tim dari pusat.
"Kewenangan kami tidak ada, baik verifikasi ataupun pengawasan. Semuanya dari pusat," kata Yurnita lagi.
Diungkapkannya, dari 2.433 UMKM yang diterima tersebut, ada 203 UMKM yang tidak mengambil uang tersebut. Pihaknya sudah berupaya untuk menghubungi mereka namun tidak bisa dihubungi.
"Syaratnya ada nomor Hp, nah nomor Hp mereka cantumkan itu tidak aktif. Kami sudah berupaya untuk mendatangi alamat mereka, tapi banyak yang tidak ketemu," imbuhnya.
• Edi Purwanto Masih Rahasikan Pengganti Mulyani Siregar Sebagai Ketua DPRD Tanjab Barat
• Tingkat Hunian Hotel di Jambi Masih Turun Akibat Terdampak Pandemi Covid-19
• Tingkatkan Kewaspadaan, Kapolda Jambi Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar
Nah, bagi UMKM yang dinyatakan lolos namun tidak bisa dihubungi tersebut, untuk saat ini terpaksa hangus karena batas pengambilan data di bank sudah habis.
"Jadi uang tersebut ditarik lagi. Karena SILPA," pungkasnya. (*)